Beberapa negara termasuk Indonesia mulai bertransisi menghadapi kebiasaan hidup yang baru di tengah pandemi ini. Ruang publik seperti pusat perbelanjaan dan museum mulai beroperasi kembali walau musti menerapkan protokol kesehatan khusus demi menghindari persebaran virus corona.

Walau demikian, sebagian besar masyarakat masih merasa khawatir untuk bepergian keluar rumah dalam waktu lama seperti dahulu. Beragam produk mulai bermunculan demi memberikan rasa aman bagi individu seperti topi dilengkapi face shield, masker kain, serta coving atau singkatan akrab dari corona finger yang kian marak dijual di ecommerce.




Ilustrasi Endeus.tv


Baca juga, 15 Barang Wajib Bawa Saat New Normal. Sudah Ada Semua?


Tak hanya alat-alat ini, biro Kossmann Dejong asal Belanda yang dikenal akan kepiawaiannya dalam merancang desain pameran turut berbagi ide menarik akan protokol serta alat yang disinyalir akan dibutuhkan publik saat harus keluar rumah. Diberi nama inisiasi Museum1.5 , studio desain ini menyuguhkan beragam ide menarik yang dapat diterapkan pada ruang publik terutama saat berada di sebuah museum.

Ide apa sajakah itu?


1. Beep!

Terkadang museum menyediakan audio guide sebagai sumber informasi bagi pengunjung. Akan menarik sekali jika alat ini turut dilengkapi dengan sensor dan suara alarm yang seketika bunyi jika para pengunjung berada dalam jarak 1,5 meter. Dengan demikian, menjadi pengingat agar terus menjaga jarak aman saat eksplorasi pameran.



2. Droomvlucht

Dalam Bahasa Inggris, ide ini disebut dengan Dreamflight yang terinspirasi dari salah satu wahana di Efteling Amusement Park. Pengunjung seakan diajak terbang mengarungi dunia mimpi, gagasan ini ingin mengajak pengunjung mengeliling museum sambil terbang di udara.




3. Light it up!

Pengunjung museum wajib mengenakan alat yang memancarkan cahaya ke lantai dengan diameter 1,5 meter sebagai pengingat akan jarak manusia antara satu sama lain. Demi memberikan kenyamanan serta interaksi bagi tiap individu, cahaya ini dapat berubah sesuai keinginan.






Baca juga, Takut Pegang Handle Pintu Saat New Normal? Ini Solusi!


4. Good Vibration

Sebuah gelang menjadi pengingat jarak bagi pengunjung karena alat ini akan bergetar saat dua orang berada dalam jarak kurang dari 1,5 meter. Dikabarkan pekerja di kawasan Antwerp tengah bereksperimen untuk aktif menggunakan alat ini.




5. The Yellow brick road

Pameran dirancang dengan dilengkapi jalur berwarna khusus (merah, hijau, kuning). Pengunjung diajak untuk mengikuti garis saat berkeliling dan tiap jalur menawarkan pengalaman ruang yang berbeda. Agar menjaga higienis tiap orang, jalur-jalur ini memiliki pintu masuk berbeda serta titik sanitasi yang terpisah.




6. Maze Runner

Bagi museum berskala kecil, pameran bisa dirancang berbentuk labirin dengan dinding terbuat dari plexi glass. Labirin berperan sebagai penuntun akan perjalanan ruang dalam pameran sekaligus mencegah pengunjung saling berdekatan.



Bagaimana menurut Anda akan gagasan-gagasan ini?



Foto teaser: Lounge 2 Schipol
Sumber foto: Thijs Wolzak, Kossman Dejong