Seorang desainer asal Lebanon, Nada Debs, mengubah Masjid Okhun Gozar di Tashkent, Uzbekistan yang telah ditinggalkan menjadi pusat kerajinan yang mempertemukan arsitektur bersejarah dengan karya kontemporer.






Bangunan abad ke-18 yang sempat tidak digunakan ini kini hadir sebagai tempat menampilkan karya sekaligus wadah berkumpul untuk berbagai kegiatan budaya.




Proyek tersebut dikerjakan atas permintaan Yayasan Pengembangan Seni dan Budaya Uzbekistan dengan tujuan menghadirkan ruang bagi kerajinan lokal, mulai dari keramik, bordir, ukiran kayu, hingga perhiasan.


Baca Juga: WAK TOK Architects Ubah Sekolah 80 Tahun Jadi Ruang Terbuka


Selain menjadi tempat menampilkan berbagai karya, bangunan ini juga dirancang untuk mendukung kegiatan seperti pertemuan, acara edukasi, dan diskusi komunitas.




alih-alih mengubah bangunan secara menyeluruh, debs memilih mempertahankan karakter asli masjid dan menonjolkan potensi yang sudah ada.




Elemen arsitektur seperti kubah dan lengkungan tetap dipertahankan sehingga ritme ruang bersejarahnya tetap terasa. Detail tersebut juga menjadi pengingat akan posisi Tashkent sebagai salah satu jalur penting di Jalur Sutra yang menghubungkan Asia dan Barat pada masa lalu.




Untuk memperkuat suasana ruang, Debs menggunakan palet material sederhana seperti kayu, plester, teraso, serta marmer lokal Gazgan. Material-material tersebut dipilih agar tampil netral sekaligus memberi panggung bagi berbagai kerajinan yang ditampilkan.


Baca Juga: Stadion Ikonis di Tiongkok Karya Zaha Hadid Architects






Area display juga dilengkapi kabinet kayu khusus yang mengikuti bentuk lengkungan bangunan. Beberapa bagian rak dihiasi ukiran tradisional, sementara panel kayu dan layar panjara menghadirkan bayangan dekoratif yang memperkuat suasana hangat di dalam ruang.




Sentuhan kerajinan lokal juga terlihat pada detail plester bergaris halus di bagian kubah utama yang menciptakan permainan cahaya dan bayangan. Pada area bawah kubah, Debs menambahkan elemen muqarnas, dekorasi tiga dimensi menyerupai sarang lebah yang kerap ditemukan pada arsitektur Islam.


Baca Juga: Kantor di Spanyol Ini Dibuat dari Kontainer! Tertarik Coba?


Tak hanya itu, penggunaan ubin keramik hijau pada beberapa area display dan pencahayaan dekoratif turut mempertegas tinggi ruang serta memperkuat karakter interior.




Transformasi Masjid Okhun Gozar menunjukkan bagaimana bangunan bersejarah dapat dihidupkan kembali tanpa kehilangan identitasnya, sekaligus menjadi wadah baru untuk merayakan tradisi dan kerajinan lokal.


Sumber Foto: Sebastian Bottcher.