Orient Express Corinthian resmi memulai pelayaran perdananya dari Saint-Nazaire, Prancis, dengan menghadirkan interior mewah hasil rancangan arsitek Maxime d'Angeac.
Kapal sepanjang 220meter ini disebut sebagai kapal pesiar layar terbesar di dunia dan memadukan kemewahan klasik dengan sentuhan futuristik.
Baca Juga: WAK TOK Architects Ubah Sekolah 80 Tahun Jadi Ruang Terbuka
Dirancang oleh Stirling Design International dan dibangun oleh Chantiers de l'Atlantique untuk grup perhotelan Accor, kapal ini menjadi interpretasi modern dari warisan mewah Orient Express yang telah dikenal selama lebih dari 140 tahun.
Pengerjaannya melibatkan sekitar 2.000 pengrajin dan atelier di Prancis untuk mewujudkan detail interior yang kaya material premium seperti marmer, kulit, veneer kayu pilihan, dan teknik marquetry yang memberi nuansa glamor khas era lampau.
Kapal ini dapat menampung hingga 110 tamu dalam 54 suite eksklusif dengan luas mulai dari 45 hingga 230meter persegi. Setiap suite dilengkapi jendela panorama besar yang memberi pemandangan laut luas sekaligus menghadirkan suasana tenang dan elegan.
Baca Juga: Fasad Bentuk Jaket? Museum V&A di London Punya Desain Baru
Desain interiornya terinspirasi dari kejayaan kereta Orient Express asli yang pertama kali beroperasi pada 1883, serta kemegahan kapal laut legendaris seperti SS Normandie.
sentuhan tersebut menghadirkan suasana klasik yang tetap terasa relevan melalui garis desain kontemporer.
Selain area akomodasi, kapal ini juga dilengkapi lima restoran, delapan bar termasuk speakeasy bergaya 1930-an, kabaret berkapasitas 115 kursi, studio rekaman, bioskop, kolam renang, hingga spa mewah.
Dari sisi teknologi, Orient Express Corinthian menjadi kapal pesiar pertama yang menggunakan sistem propulsi angin SolidSail.
Baca Juga: Desain Pusat Riset di Toronto Ini Terinspirasi dari Lumbung
sistem ini terdiri dari tiga layar raksasa seluas 1.500meter persegi yang memungkinkan kapal melaju hingga 12 knot hanya dengan tenaga angin, dengan dukungan mesin berbahan bakar gas alam cair.
Setelah menjalani musim perdananya di Eropa, kapal pesiar ini dijadwalkan berlayar melintasi Atlantik menuju Karibia, menghadirkan pengalaman perjalanan laut yang memadukan warisan klasik dan inovasi modern.