Studio asal Kanada, Montgomery Sisam Architects merancang pusat riset dan pengajaran universitas dengan struktur kayu massal terbuka yang mendukung target ambisius net-zero karbon dan energi di kawasan Oak Ridges Moraine, Ontario. 


Bangunan seluas 2.680 meter persegi itu merupakan University of Toronto Koffler Scientific Reserve yang berdiri di atas lahan 350 hektar di luar Toronto. Fasilitas ini diselesaikan pada Mei 2025 oleh Montgomery Sisam Architects untuk University of Toronto sebagai pusat riset dan pengajaran yang berfokus pada ekologi serta biologi lingkungan.






menurut prinsipal studio, robert davies, “para peneliti di sana mempelajari perubahan terkecil pada organisme untuk memahami sistem dalam skala global.” 


ia juga menjelaskan bahwa hubungan antara skala mikro dan makro itu menjadi dasar dalam setiap keputusan desain, sehingga arsitektur bangunan dibuat seolah mencerminkan interaksi tersebut: terasa menyatu dengan lanskap, namun tetap peka terhadap aktivitas pengamatan dan penelitian yang berlangsung di dalamnya.




inspirasi desain diambil dari sejarah ekologis dan agraris kawasan sekitar, dengan bentuk utama menyerupai lumbung yang ditempatkan lembut di atas tapak serta disejajarkan dengan arah mata angin untuk menyesuaikan cahaya matahari, arah angin, dan aliran hujan. detail pelapis luar, koridor beratap, overhang dalam, serta penggunaan kaca dibuat mengikuti karakter arsitektur vernakular agar bangunan tahan lama sekaligus menyatu dengan hutan dan lahan terbuka di sekitarnya. 




struktur utama menggunakan mass timber yang dibiarkan terekspos sehingga memberi identitas visual kuat sekaligus menghadirkan kehangatan pada interior. tata ruang berbentuk huruf u dirancang sebagai tempat tinggal, berkumpul, makan, dan berkolaborasi bagi mahasiswa serta peneliti.


salah satu sisi bangunan berisi lima unit kamar tidur berkapasitas empat orang yang tersusun sepanjang koridor, lengkap dengan area mandi berbentuk organik di sudut bangunan. di sisi lain, melintasi halaman tengah, terdapat ruang besar untuk kegiatan belajar, diskusi, dan pertemuan.






di samping bangunan utama berwarna gelap dengan panel surya di atap, terdapat beberapa bunkhouse musiman kecil yang ditata membentuk persegi panjang. studio menjelaskan bahwa dua bentuk atap menyerupai lentera dirancang untuk membawa cahaya ke dalam ruang sekaligus menciptakan penanda visual di lanskap, sehingga kompleks ini terasa sebagai pusat pertemuan dan penemuan bersama. 


baca juga: terungkap, desain bata lengkung lanza atelier di serpentine





untuk mencapai target net-zero karbon dan energi, proyek ini memakai sistem selubung bangunan berkinerja tinggi, material berjejak karbon rendah, serta efisiensi operasional yang dirancang cermat. semua itu dilakukan sambil tetap memenuhi kebutuhan ruang tinggal, belajar, dan penelitian yang nyaman sepanjang tahun.


studio menambahkan bahwa keseimbangan antara kenyamanan, ketahanan, perawatan rendah, dan keberlanjutan hanya bisa dicapai melalui analisis berbasis data yang intensif serta kolaborasi erat agar setiap keputusan desain, mulai dari penempatan bangunan hingga pemilihan material mendukung performa lingkungan dan fungsi bangunan. 




Sumber foto: Doublespace Photography