Tahukah Anda bahwa sebuah peternakan kini tidak lagi sekadar ruang produksi, melainkan dapat menjadi medium arsitektur untuk membangun kembali hubungan manusia dengan alam? Di Wuhan, Tiongkok, Various Associates merancang LuxeIsland Eco Farm sebagai ruang di mana lanskap, hewan, manusia, dan arsitektur saling terjalin dalam satu pengalaman yang imersif dan reflektif.


Terletak di tepi Sungai Zhujia, LuxeIsland Eco Farm merupakan bagian dari pengembangan kawasan LUXEOASIS. Proyek ini dirancang sebagai destinasi publik yang menggabungkan agrowisata, edukasi, rekreasi, serta ruang komunitas. Namun alih alih tampil sebagai taman tematik buatan, kawasan ini justru terasa seperti lanskap alami yang tumbuh perlahan bersama aktivitas manusia.





sfap


various associates memulai perancangan dengan membaca tapak secara menyeluruh. kontur tanah, jalur air, serta vegetasi eksisting dijadikan fondasi utama desain. bangunan tidak ditempatkan untuk mendominasi, melainkan disebar seperti elemen alami yang muncul dari lanskap dan membentuk komposisi ruang yang cair.


bentuk arsitekturnya terinspirasi dari imaji batu meteorit yang jatuh dan tersebar di alam. metafora ini diterjemahkan menjadi volume bangunan yang membulat, lembut, dan tidak kaku. setiap struktur tampak berdiri sendiri, namun tetap terhubung melalui jalur sirkulasi yang mengalir mengikuti kontur tapak.



sfap


baca juga ikon arsitektur baru china! museum seni tepi sungai hangzhou


pengalaman bergerak di kawasan ini terasa intuitif. tidak ada rute yang memaksa atau terasa formal. pengunjung diajak berjalan, berhenti, dan menjelajah sesuai ritme masing masing, menjadikan perjalanan sebagai bagian penting dari pengalaman ruang.


salah satu elemen paling menonjol dari luxeisland eco farm adalah penggunaan bambu anyaman sebagai kanopi dan struktur utama. teknik ini berakar pada tradisi lokal, namun diolah ulang menjadi bahasa arsitektur kontemporer yang ekspresif dan ringan.



sfap


anyaman bambu membentuk atap dan kubah yang menaungi berbagai area, mulai dari ruang publik hingga zona interaksi dengan hewan. material ini berfungsi menyaring cahaya, menciptakan bayangan lembut, serta memungkinkan sirkulasi udara alami. ruang luar pun terasa teduh dan nyaman sepanjang hari.


pilihan material alami seperti bambu, kayu, dan batu memperkuat kesan bahwa arsitektur di sini tidak berdiri terpisah dari lingkungannya. bangunan hadir sebagai bagian dari ekosistem, bukan sebagai objek yang berdiri sendiri.



sfap


baca juga sanctum house, hunian kontemplatif karya renesa




zona peternakan mencakup berbagai jenis hewan seperti kambing, domba, rusa, dan alpaka. hewan ditempatkan dalam area terbuka yang menyerupai habitat alami, dengan pembatas visual yang minim dan struktur pelindung yang menyatu dengan lanskap.


pendekatan ini mendorong interaksi yang lebih etis dan edukatif. pengunjung tidak hanya melihat hewan sebagai objek tontonan, tetapi sebagai bagian dari sistem ekologis yang hidup berdampingan dengan manusia. jalur pejalan kaki dirancang berkelok lembut untuk menjaga jarak dan kenyamanan.



sfap


ruang edukasi tersebar di berbagai titik dan dirancang informal. anak anak dan keluarga dapat belajar mengenai pertanian dan peternakan melalui pengalaman langsung. arsitektur berperan sebagai latar yang mendukung proses belajar tanpa terasa menggurui.


selain fungsi agrikultur, luxeisland eco farm juga berperan sebagai ruang sosial. area makan, kios kecil, ruang workshop, dan panggung terbuka ditempatkan menyatu dengan lanskap. salah satu ruang yang menonjol adalah area pertunjukan terbuka yang fleksibel.



sfap


dengan material alami dan penataan sederhana, ruang ini dapat berubah fungsi sepanjang hari. aktivitas komunitas, pertunjukan kecil, dan acara musiman dapat berlangsung tanpa mengubah karakter dasar kawasan.


pendekatan berkelanjutan di luxeisland eco farm tidak ditampilkan secara berlebihan. keberlanjutan hadir melalui keputusan desain yang konsisten, seperti penggunaan material lokal, struktur yang menyatu dengan tanah, serta sistem ventilasi alami.


vegetasi lokal dipertahankan dan diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang seimbang. lanskap dibiarkan berkembang alami dengan intervensi minimal, menciptakan ruang yang nyaman bagi manusia dan satwa.



SFAP


Baca juga Ruang Kreatif Terbuka di Joyce F. Brown Academic Building


LuxeIsland Eco Farm memperlihatkan bagaimana arsitektur dapat bekerja sebagai pengalaman kolektif. Pengunjung tidak diarahkan untuk mengagumi bangunan, tetapi diajak terlibat secara langsung melalui pergerakan dan interaksi.


Di tengah kota besar seperti Wuhan, kehadiran proyek ini menjadi pengingat bahwa arsitektur tidak harus monumental untuk bermakna. Ketika dirancang dengan empati terhadap lanskap dan kehidupan, sebuah peternakan dapat menjelma menjadi ruang publik yang puitis dan relevan. Melalui LuxeIsland Eco Farm, arsitektur tumbuh bersama penggunanya, waktu, musim, serta perubahan kota yang terjadi perlahan secara alami berkelanjutan.


Sumber Teaser oleh SFAP