Desainer asal Bosnia Natasa Perkovic telah mendaur ulang limbah serabut sawit dari pabrik minyak sawit untuk menciptakan koleksi Reclaim Oil Palm.


Koleksi tersebut terdiri kursi stackable, tiga piring, dan lampu pendant yang dicetak menggunakan mesin 3D print. Perkovic mendesain koleksi tersebut untuk mengingatkan jika limbah sawit bukanlah sampah, tetapi juga bisa menjadi material berkelanjutan.






Pendekatan teknologi terkini digunakan untuk mendesai kursi menggunakan metode pencampuran bubuk limbah sawit dengan polylactic acid, bioplastik yang terbuat dari asam laktik, untuk menciptakan material baru.


Baca juga: Inilah Lampu Surya Olahan Limbah Dari Mahasiswa Meksiko


Komposit baru tersebut dapat dibuat sebagai filamen untuk proses pencetakan 3D, atau dapat juga dijadikan sebagai pellet untuk injection moulding.


Untuk kursi, Perkovic membuatnya dengan sudut-sudut bulat untuk menciptakan kesan ramah dan netral, lalu dengan mudah dapat berbaur dengan berbagai macam elemen interior dengan berbagai macam gaya.




Kursinya juga dilengkapi dengan dudukan yang dapat dilepas, yang dibuat dari campuran serabut limbah sawit dan thermoplastic elastomer (TPE), atau karet termoplastik.


Agar kursi tersebut dapat didaur ulang dengan mudah, Perkovic sengaja tidak menggunakan lebih dari satu material dalam produknya.






Tidak hanya kursi, limbah berupa serabut sawit ini oleh Perkovic juga bisa dijadikan sebagai piring dan lampu. Ia bersama tim bereksperimen dengan metode pembuatan kertas tradisional dan teknik compression moulding.


Baca juga: Rancangan Terbaru dari Koleksi Flexform Outdoor


Limbah sawit pertama direndam, direbus, kemudian dipukul-pukul hingga menjadi fiber yang halus. Fiber tersebut lalu dicampur dengan pasta beras nori Jepang hingga menjadi larutan kental.




Larutan tersebut lalu dicetak ke dalam berbagai bentuk seperti piring dan lampu, lalu dijemur dan di-oven agar mengering dan keras.



 

Menurut Perkovic, metode daur ulang limbah sawit yang mudah dilakukan ini dapat digunakan di negera berkembang menggunakan limbah serabut lainnya seperti kayu dan bambu.


Sumber, foto & teaser: Dezeen