Lebih dari 20.000 lampu kecil menyala di seluruh bar berwarna hijau limau, yang dirancang oleh Paolo Ferrari melalui studionya, Studio Paolo Ferrari. Bar ini berada di puncak gedung The Henderson karya Zaha Hadid Architects di Hong Kong.


Peridot, yang namanya diambil dari batu permata hijau cerah yang melambangkan energi dan pembaruan, menghadirkan menu koktail berbasis tanaman dengan pendekatan fermentasi, serta hidangan pendamping bagi para tamu di lantai 38 gedung yang rampung pada 2024 tersebut. Interiornya dipenuhi ribuan lampu kecil yang tersebar di dinding dan langit-langit melengkung, menciptakan suasana yang terasa menyelimuti ruang seperti kepompong dengan dominasi warna hijau limau.






pendekatan desain yang digunakan oleh ferrari disebut sebagai timeless futurism, yaitu gaya yang menggabungkan nuansa masa lalu dengan visi masa depan. ia menjelaskan bahwa ruang ini dirancang untuk mencerminkan energi dan dinamika hong kong, sekaligus berakar pada keanggunan masa lampau namun tetap terdorong oleh kemungkinan-kemungkinan baru.


dinding dan langit-langit yang melengkung terus-menerus dihiasi puluhan ribu lampu kecil yang bersinar melalui silinder akrilik buram yang menonjol. efek visualnya menyerupai bola disko yang meledak menjadi piksel-piksel cahaya, diperkuat oleh dekorasi serba hijau dan permukaan reflektif yang menciptakan kesan surealis.




“ruang ini terasa seperti berkembang tanpa batas, namun tetap personal, abstrak, dan anehnya terasa akrab,” ujar ferrari. elemen arsitektur ruang ini juga diperkuat dengan dinding berlekuk yang membingkai jendela besar menghadap cakrawala hong kong. para tamu dapat menikmati pemandangan tersebut dari sofa dan kursi lounge berlapis mohair dengan bentuk melengkung.




area bar utama ditempatkan dalam lengkungan seperti panggung teater, menggunakan marmer hijau yang meluas ke dinding hingga lantai. langit-langit cermin memantulkan rak botol minuman yang diterangi serta aktivitas para peracik koktail di depannya. ferrari juga menggambarkan bahwa bentuk-bentuk familiar diolah kembali secara abstrak, material mulia ditampilkan dengan cara baru, sehingga ruang ini mengundang refleksi sekaligus imajinasi.


baca juga: zaha hadid architects rancang distrik budaya di hangzhou




di balik bar, terdapat lounge tersembunyi yang dapat diakses melalui koridor marmer melengkung. ruang ini bersifat lebih intim dan dapat ditutup untuk acara privat. tanpa jendela, efek lampu-lampu kecil justru terasa lebih dramatis karena sepenuhnya menyelimuti pengunjung dan memantul pada permukaan krom serta meja.




di area ini juga terdapat lemari anggur khusus berbentuk silinder dengan dudukan stainless steel menyerupai sendok, masing-masing menampilkan satu botol. tim peridot menjelaskan bahwa setiap dudukan dirancang secara presisi sekaligus dipahat secara artistik, menonjolkan perhatian ferrari terhadap detail.




material marmer hijau juga mendominasi area kamar mandi, melapisi dinding dan lantai, serta membentuk wastafel pahatan di atas struktur monolitik berbentuk membulat. cermin berbentuk seperti jendela kapal dikelilingi cincin cahaya, menambah kesan dramatis.




Tim proyek menyampaikan bahwa setiap permukaan, objek, dan transisi dalam ruang ini dirancang untuk membentuk satu narasi utuh yang terasa imajinatif, namun tetap berakar pada keahlian kerajinan. Gedung The Henderson sendiri dibangun di kawasan Central, Hong Kong, di atas lahan senilai 3 miliar dolar. Gedung tersebut disebut sebagai salah satu yang termahal di dunia. Bentuk kaca bangunannya terinspirasi dari kuncup bunga Bauhinia, yang merupakan simbol kota tersebut.






Sumber foto: Virgile Simon Bertrand.