Jam tangan ternama asal Swiss, Swatch, pertama kali muncul pada awal 1980-an sebagai alternatif yang lebih fresh, ringan, dan sporty dibandingkan jam tangan mewah pada masanya.
kehadirannya bertepatan dengan masa perubahan besar dalam industri jam, ketika peralihan dari sistem mekanis ke teknologi baru memicu penurunan pasar sekaligus meningkatkan persaingan global.
baca juga: luncurkan jam tangan edisi terbatas, alba indonesia x arkiv!
Swatch memanfaatkan momentum ini dengan mengadopsi inovasi secara menyeluruh, menjadikannya pilihan yang lebih relevan, khususnya bagi generasi muda di era 1990-an.
Baca Juga: 7 Jam Tangan Termahal di Dunia Hingga 800 Milyar
Swatch juga menghadirkan lini SKIN, koleksi jam tangan dengan desain tipis yang terasa ringan di pergelangan tangan. Tampilan minimalisnya memberikan kesan modern dan fleksibel, sehingga koleksi ini terus berkembang mengikuti perubahan gaya, sekaligus mempertahankan karakter sederhana yang fungsional.
melalui koleksi terbaru painted paradise, lini skin dari swatch kembali dihadirkan dengan inspirasi dari keindahan alam tropis. setiap desain merefleksikan lanskap yang berbeda, mulai dari pantai berpasir putih dengan laut biru kehijauan, hutan hujan yang rimbun, hingga warna-warna bunga dan buah yang kaya.
Baca Juga: Jam Tangan Ini Dirancang Untuk Peringatan Misi Ke Bulan
Pilihan warna pada case jam tangan, mulai dari ungu metalik, biru muda, fuchsia, hingga perak, menghadirkan kesan playful namun tetap lembut, memberi nuansa santai di tengah ritme kehidupan yang serba cepat.
Alih-alih tampil literal, strap jam tangan ini mengusung motif abstrak seperti marmer, awan, dan gradasi warna yang halus, menghasilkan tampilan yang ringan, artistik, dan elegan dengan kesan santai yang tetap berkarakter.