Studio desain Yont Studio menghadirkan instalasi suara analog di KaDeWe, sebuah department store bersejarah di Berlin, Jerman. Instalasi bertajuk Passenger ini memadukan enam jok mobil bekas, lebih dari 140 kaset pita, serta pemutar kaset untuk mengajak pengunjung menikmati musik dengan cara yang lebih santai dan personal.
Terletak di lantai dua KaDeWe, instalasi ini merupakan hasil kolaborasi Yont Studio dengan platform musik Telekom Electronic Beats dan label fashion lokal Namilia. Proyek tersebut sekaligus menandai peluncuran koleksi fashion kolaboratif yang melibatkan ketiga pihak bersama band indie rock asal Inggris, Wet Leg.
Konsep Passenger terinspirasi dari lagu berjudul sama milik Iggy Pop yang dirilis pada 1977, di mana lagu tersebut direkam saat Iggy Pop berada di Berlin Barat bersama David Bowie dan menggambarkan perasaan melankolis ketika menyaksikan dunia berlalu dari balik jendela mobil. Yont Studio sendiri menerjemahkan suasana tersebut ke dalam ruang dengar yang mengajak pengunjung memperlambat langkah dan menikmati perjalanan melalui musik.
untuk mewujudkan konsep itu, mereka menyusun enam jok mobil kulit hitam bekas dalam formasi melingkar. pengunjung dapat duduk dengan nyaman, mengenakan headphone, lalu memilih kaset dari koleksi yang tersedia. pengalaman ini menghadirkan kembali kebiasaan mendengarkan musik melalui kaset, sesuatu yang semakin jarang dilakukan di tengah kemudahan mengakses lagu lewat layanan streaming.
co?an karadeniz, pendiri yont studio bersama serdar ayvaz, menjelaskan bahwa proyek ini berangkat dari nostalgia mendengarkan kaset penyanyi favorit saat melakukan perjalanan darat di masa kecil. menurutnya, kebiasaan tersebut menawarkan pengalaman yang lebih lambat dan melibatkan interaksi fisik, berbeda dengan cara orang menikmati musik melalui internet saat ini.
selain menjadi ruang mendengarkan musik, instalasi ini juga berfungsi sebagai tempat memamerkan koleksi fashion hasil kolaborasi namilia, telekom electronic beats, dan wet leg. untuk mendukung kedua fungsi tersebut, yont studio merancang empat modul berbentuk baji dari busa berwarna merah muda terang, lengkap dengan rak logam terintegrasi dan gantungan pakaian.
alih-alih mempertahankan permukaan busa yang mulus, yont studio sengaja memberikan tampilan kasar dengan memukul material menggunakan batu dan membakarnya menggunakan alat penyembur api. batang logam yang menyerupai besi tulangan beton juga dibiarkan mencuat dari busa polistirena, menciptakan kesan industrial yang kuat.
serdar ayvaz menyebut proses tersebut sebagai pendekatan desain yang intuitif dan dikerjakan secara manual. tampilan instalasi ini terinspirasi dari arsitektur brutalis berupa beton ekspos yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan musik techno di berlin.
baca juga: aktivitas harian diolah jadi instalasi playful!
pendekatan ini juga mencerminkan karakter namilia yang berani, provokatif, dan dekat dengan ekspresi queer. ayvaz menilai kadewe sebagai lokasi yang menarik untuk menghadirkan karya dengan karakter tersebut, mengingat department store yang telah berusia lebih dari satu abad itu dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan mewah pertama di berlin.
kehadiran instalasi ini mempertemukan sejarah tempat tersebut dengan ekspresi kreatif yang lebih muda dan eksperimental. daya tarik passenger tidak hanya terletak pada desain ruangnya, tetapi juga pada koleksi musik yang tersedia.
lebih dari 140 kaset yang dihimpun oleh tim telekom electronic beats mencakup rekaman dari sejumlah dj pelopor musik techno, seperti sven väth dan carl cox, hingga musik dunia yang relatif jarang dikenal. kaset-kaset tersebut dikumpulkan dari toko barang bekas dan kolektor pribadi.
beberapa di antaranya berisi rekaman siaran radio atau set dj utuh yang dibuat secara mandiri dan mungkin tidak tersedia di platform streaming. koleksi ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menemukan musik langka yang sulit dijumpai melalui layanan digital.
tim telekom electronic beats menjelaskan bahwa sebagian rekaman hanya pernah dibuat satu kali atau beredar dalam lingkup yang sangat terbatas. karena itu, instalasi ini bukan sekadar ruang untuk bernostalgia, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga dan memperkenalkan kembali arsip musik yang berpotensi terlupakan.
melalui passenger, yont studio ingin menjadikan pengalaman mendengarkan musik sebagai aktivitas yang dapat dinikmati bersama, bukan hanya konsumsi pribadi.
Pengunjung bahkan didorong untuk membawa kaset milik mereka sendiri, mendengarkan musik pilihan, atau bertukar koleksi dengan orang lain sehingga ruang tersebut dapat terus berkembang melalui partisipasi pengunjung.
Instalasi ini dibuka untuk umum hingga 27 September 2026, dengan pengunjung bebas duduk dan mendengarkan musik selama yang mereka inginkan. Konsepnya menawarkan pengalaman berbeda di tengah budaya digital yang serba cepat, sekaligus mempertemukan desain, fashion, dan musik dalam satu ruang interaktif.