Guangzhou Xuelei Fragrance Museum dirancang dengan pendekatan yang tidak biasa. Bukan berangkat dari bentuk visual semata, proyek karya Shenzhen Huahui Design ini menjadikan aroma sebagai ide utama perancangan. Sesuatu yang tidak terlihat dan sulit dijelaskan justru diolah menjadi pengalaman ruang yang bisa dirasakan melalui cahaya, material, dan pergerakan.
museum seluas 9500 meter persegi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pameran, tetapi juga sebagai ruang publik untuk mengenal sejarah parfum, proses pembuatannya, hingga perkembangan teknologi di industri wewangian.
baca juga, shenzhen bay cultural plaza mirip airpods raksasa!
museum ini berada di kawasan guangzhou minke park, sebuah area dengan aktivitas industri yang cukup padat. tantangannya adalah menghadirkan bangunan budaya yang terbuka dan ramah di tengah lingkungan yang cenderung fungsional.
tapak dibagi menjadi dua bagian utama. di sisi utara terdapat area perkantoran dengan bangunan rendah yang membentuk batas kawasan. sementara di sisi selatan, museum ditempatkan dalam area yang lebih terbuka dan publik. di antara keduanya terdapat plaza luas yang dapat digunakan untuk pameran, acara, dan aktivitas sehari-hari, sehingga museum terasa menyatu dengan kehidupan kota.
baca juga, bertema luar angkasa, sekolah tk ini lebih playful!
bentuk museum terdiri dari delapan massa silinder dengan ukuran berbeda, disusun menjadi satu kesatuan. komposisi ini terinspirasi dari proses pembuatan parfum, mulai dari bahan mentah hingga aroma siap pakai. bentuk yang berulang dan bertahap ini memberi kesan proses, bukan hasil instan.
bata merah dipilih sebagai material utama. selain kuat dan familiar, bata juga memberi kesan hangat dan dekat dengan tradisi. material ini mengingatkan pada proses kerja tangan yang masih menjadi bagian penting dalam dunia parfum.
baca juga, museum berbentuk infinity karya aedas hadir di hangzhou
fasad yang terbuka dan bernapas
fasad bangunan tidak dibuat masif. bata disusun dengan berbagai pola berlubang dan berlapis, sehingga cahaya dan udara tetap bisa masuk. pendekatan ini membuat bangunan terasa lebih ringan dan tidak tertutup, sekaligus menciptakan bayangan yang berubah sepanjang hari.
di lantai dasar, penggunaan kaca transparan membuka museum ke arah kota. aktivitas di dalam dapat terlihat dari luar, menjadikan museum terasa lebih mengundang. perpaduan antara bata yang solid dan kaca yang ringan menciptakan keseimbangan antara privasi dan keterbukaan.
di dalam, ruang pamer dirancang mengalir tanpa terputus. atrium di tengah bangunan menjadi titik orientasi utama, sementara tangga melengkung dan galeri bertingkat mengarahkan pengunjung bergerak secara perlahan. alur ini meniru cara aroma menyebar. yaitu tidak menyebar langsung, tetapi bertahap.
Pengalaman diakhiri di taman parfum di rooftop. Di sini, tanaman aromatik dan ruang terbuka menghadirkan suasana yang lebih tenang, sekaligus menghubungkan kembali pengunjung dengan alam.