Sebagai ruang publik, trotoar memiliki peran penting bagi pejalan kaki di sebagian besar kota. Namun, tidak untuk di São Paulo, di kota ini banyak ditemukan trotoar yang sempit dengan pemeliharaan tidak teratur yang kurang layak untuk para pejalan kaki.






baca juga, hutan kota by plataran: kejutan segar di kawasan gbk


sebuah trotoar yang berkualitas adalah trotoar dengan tingkat aksesibilitas baik dan menyenangkan untuk dilalui. tentunya dengan berbagai infrastuktur perkotaan yang ada di dalamnya, seperti tiang lampu, rambu lalu lintas, dan pepohonan. bisa dibilang bahwa trotoar adalah penghubung antara jalan dan ruang pribadi yang membentuk lanskap kota yang sehat.




oleh karena itu terciptalah proyek “all colours sidewalk”, yang berusaha menciptakan sebuah trotoar yang terinspirasi dari masalah mobilitas perkotaan, aksesibilitas, seni, furnitur perkotaan dan tentunya pembuatan tempat di são paulo.


baca juga, taman favorit! fakta menarik mengenai lapangan banteng






diharapkan dengan pejalan kaki melewati trotoar ini, mereka tertarik untuk datang dan melihat salah satu elemen yang paling menonjol yaitu pemakaian struktur kayu sebagai tempat duduk-duduk dan tempat menggantung pot-pot tanaman. selain itu, pavement yang dipilih adalah pavement kering yang memungkinkan air hujan terserap dan kembali ke tanah. 




baca juga, berlibur ke whitby, kota pesisir indah di inggris


sesuai dengan namanya warna-warni trotoar ini berasal dari beragam karya seni yang menghasilkan banyak komposisi warna di sepanjang jalan.




Proyek ini pun telah dianugrahi hadiah pada kategori Sustainability of the Premio CASA, sebuah inisiasi dari surat kabar São Paulo terkenal yang telah menyoroti ruang terbaik di pameran CASACOR. Juga hadiah pada kategori Ephemeral Architecture by the IABsp (Institue of the Brazilian Architects) tahun 2018.


Sumber foto + teaser: archdaily