Patung anjing dari balon yang biasanya berukuran besar kini hadir dalam bentuk yang jauh lebih kecil dan bisa dikenakan di pergelangan tangan.




Jeff Koons bersama Hublot mengubah karya Balloon Dog menjadi bagian dari jam tangan Classic Fusion, bukan hanya dengan menampilkan gambarnya pada bagian dial, tetapi dengan menerapkan bentuknya ke hampir seluruh desain.




Kolaborasi ini diperkenalkan di New York pada 16 September 2026 melalui dua model, yaitu Classic Fusion Balloon Dog dan MP-14 Origin. Untuk Classic Fusion Balloon Dog, Hublot mengambil karakter utama karya Koons berupa bentuk yang membulat dan terlihat seperti balon yang sedang mengembang.




Hasilnya terlihat pada casing, bezel, dial, indeks, hingga bagian tali jam. Permukaan yang biasanya tegas pada sebuah jam dibuat lebih membulat sehingga memberikan kesan seperti benda yang baru saja dipompa.




Baca Juga: Dari Analog ke Smartwatch, Evolusi Jenis Jam Tangan


Model ini tersedia dalam tiga warna, yakni silver, aluminium biru, dan aluminium merah. Detail kecilnya juga dibuat mengikuti konsep tersebut. Bagian karet di sekitar posisi pukul 10.30 dibuat menyerupai ekor anjing balon, sedangkan kenop jam mengambil bentuk katup yang biasa digunakan untuk mengisi udara pada balon.




Jarum detiknya juga memiliki detail kecil yang terinspirasi dari Balloon Dog. Efek tersebut bahkan berlanjut hingga bagian tali. Sisipan logam dengan bentuk yang lebih berisi membuat tampilan jam terasa konsisten dengan bahasa visual Koons.






Di bagian dalam, bobot osilasi pada mesin otomatis HUB1710 juga dibuat dengan bentuk membulat yang senada dengan desain eksterior.




Classic Fusion Balloon Dog bukan satu-satunya jam yang lahir dari kolaborasi ini. Hublot dan Koons juga memperkenalkan MP-14 Origin, model yang mengambil inspirasi dari sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu penciptaan dan perkembangan alam semesta.




Berbeda dari Balloon Dog yang mudah dikenali, MP-14 menggunakan konstruksi yang lebih rumit. Casing transparannya dibuat dari safir dan membutuhkan sekitar 534 jam proses pemesinan.


Baca Juga: Transformasi Desain Jam Tangan Sepanjang Zaman


Di dalamnya terdapat cincin emas putih yang dihiasi berlian dan safir biru, mengelilingi kubah safir biru transparan yang terinspirasi dari seri Gazing Ball milik Koons.




Jam berukuran 44 milimeter ini juga menampilkan tourbillon sentral otomatis pertama Hublot melalui mesin HUB9014. Mekanismenya sengaja dibuat terbuka agar berbagai komponennya dapat terlihat dari luar.




Kolaborasi Hublot dengan Jeff Koons ini tersedia melalui sejumlah gerai Hublot dengan jumlah produksi terbatas untuk setiap pilihan warna.