Garis merupakan salah satu elemen paling dasar dalam seni rupa. Secara umum, garis digunakan untuk membentuk objek dan menentukan garis luar. Namun, perannya bisa jauh lebih besar daripada itu, karena garis dapat membantu mengarahkan pandangan, menunjukkan suasana atau emosi, membagi ruang, dan menghubungkan berbagai elemen visual. Bahkan, karakter dan jenis garis yang berbeda dapat mengomunikasikan suasana dan gagasan yang berbeda pula. 


CASA telah merangkum macam-macam garis dalam seni rupa, sekaligus penerapannya dalam desain dan arsitektur. Simak selengkapnya! 


Apa Itu Garis dalam Seni Rupa dan Apa Fungsinya dalam Komposisi?


Dikutip dari Getty Education, garis adalah lintasan yang terbentuk ketika sebuah titik bergerak dalam ruang. Sebagai elemen satu dimensi, garis dapat memiliki panjang, arah, dan ketebalan yang berbeda-beda. Perbedaan karakter tersebut membuat garis dapat digunakan untuk menciptakan berbagai bentuk, objek, dan kesan dalam sebuah karya seni. 



Portrait of a Man with a Floppy Hat – Egon Schiele / artchive.com


Garis dapat memiliki berbagai arah dan bentuk, seperti horizontal, vertikal, diagonal, melengkung, dan zigzag. Dalam sebuah komposisi, keberadaan garis dapat membantu mengarahkan pandangan untuk mengikuti elemen visual, serta dapat menciptakan kesan dan menyampaikan gagasan tertentu dalam sebuah karya.


Apa Perbedaan Kesan Visual dari Macam-Macam Garis?


Macam-macam garis dalam seni rupa mampu menciptakan kesan yang berbeda, antara lain: 


1. Garis Horizontal


Cliff Walk at Pourville – Claude Monet / claude-monet.com


Garis horizontal merupakan garis yang membentang dari kiri ke kanan dan sejajar dengan permukaan tanah. Dalam seni visual, jenis garis ini sering kali dikaitkan dengan kesan tenang, istirahat, dan stabilitas. Garis horizontal juga dapat membantu menciptakan komposisi yang terasa lebih seimbang. Misalnya saja, dalam lukisan pemandangan, garis horizontal dapat berfungsi sebagai garis cakrawala yang menjadi batas visual antara langit dan daratan.



Arsitek: 404 Arquitectura / Fotografer: Renzo Rebagliati


Sementara itu, dalam desain interior dan arsitektur, garis horizontal dapat membantu menciptakan kesan lebih lebar secara visual. Elemen garis horizontal seperti ini dapat mengarahkan pandangan ke samping, sehingga mampu memberikan kesan lebar pada sebuah ruangan atau bangunan. 


2. Garis Vertikal


San Giorgio Maggiore at Dusk – Claude Monet / claude-monet.com


Macam-macam garis dalam seni rupa berikutnya adalah garis vertikal. Garis vertikal merupakan garis yang membentang dari bawah ke atas dan tegak lurus dengan permukaan tanah. Garis ini sering dikaitkan dengan kesan tinggi, kuat, dan kokoh. Arah garis vertikal secara alami dapat membantu mengarahkan pandangan ke atas, sehingga membantu menonjolkan kesan tinggi pada objek atau ruangan. 



Arsitek: Paon Architects / Fotografer: THANAWATCHU


Dalam desain interior dan arsitektur, garis vertikal dapat digunakan untuk memberi kesan tinggi pada bangunan maupun ruangan ketinggian sebuah bangunan. Elemen garis vertikal seperti jendela yang tinggi, pintu yang tinggi, atau kolom-kolom bangunan dapat mengarahkan pandangan ke atas secara vertikal dan menciptakan ilusi ruangan atau bangunan yang terasa lebih tinggi.


Baca juga: Lebih Hemat Ruang, Konsep Desa Vertikal di Kota Shenzhen




3. Garis Diagonal


Half-Length Portrait of a Man in a Striped Jersey – Pablo Picasso / community.artauthority.net


Macam-macam garis dalam seni rupa lainnya adalah garis diagonal. Garis ini membentang miring dan sering dikaitkan dengan kesan gerakan dan dinamika. Berbeda dengan garis horizontal dan vertikal yang cenderung memberikan kesan stabil dan teratur, garis diagonal ini dapat membuat sebuah komposisi terasa lebih dinamis dan ekspresif. 



Arsitek & Foto: DFORM


Dalam desain dan arsitektur, penggunaan garis diagonal dapat menghadirkan tampilan yang lebih dinamis dan kontemporer. Elemen desain seperti atap miring, dinding bersudut, atau struktural diagonal lainnya dapat menciptakan daya tarik visual sekaligus memberikan fungsi tertentu dalam sebuah ruangan atau bangunan. 


4. Garis Lengkung


The Water Lily Pond — Claude Monet / claude-monet.com


Garis lengkung merupakan garis yang memiliki arah membelok atau melengkung. Dibandingkan garis lurus, garis lengkung cenderung menciptakan kesan yang lebih lembut, mengalir, dinamis, dan fleksibel, sehingga membuat sebuah komposisi terasa tidak terlalu kaku. Dalam seni visual, selain berfungsi membentuk suatu objek, lengkungan garis dapat membantu mengarahkan pandangan secara alami, seolah mengajak mata mengikuti alur lengkungan tersebut. 



Arsitek: SAV Architecture + Design / Fotografer: Abhijit Parsekar


Sementara itu, dalam arsitektur dan desain, garis lengkung dapat memberikan kesan lembut pada keseluruhan tampilan sebuah bangunan atau interior yang didominasi oleh garis lurus. Elemen desain seperti jendela melengkung, dinding melengkung, atau tangga melingkar dapat menciptakan kesan ruang yang lebih mengalir dan menarik secara visual.


Baca juga: Kantor di India Ini Gunakan Balkon Lengkung di Seluruh Fasad


5. Garis Zigzag


White Zig-Zags – Wassily Kandinsky / wassily-kandinsky.org


Satu lagi macam-macam garis dalam seni rupa adalah garis zigzag. Garis zigzag terbentuk dari rangkaian garis diagonal yang saling terhubung. Perubahan arah dan sudut yang tajam pada garis zigzag dapat menciptakan kesan tegas dan dinamis.  



Arsitek: 6717studio / Fotografer: Hiroyuki Oki


Dalam desain dan arsitektur, garis zigzag dapat menciptakan tampilan yang berani, unik, dan penuh karakter. Namun karena memiliki daya tarik visual yang cukup kuat, penggunaannya perlu disesuaikan agar tidak membuat tampilannya terasa terlalu ramai atau berlebihan.


Baca juga: Rumah Atap Miring Satu Sisi, Pahami Kelebihan & Kekurangan!


Itulah macam-macam garis dalam seni rupa. Setiap jenis garis memiliki karakter visual yang berbeda, sehingga dapat menciptakan kesan dan suasana yang berbeda pula dalam sebuah komposisi atau desain.