Memiliki rumah dengan taman yang indah mungkin menjadi impian banyak orang. Bayangan menanam sayuran sendiri, merawat bunga, hingga menikmati waktu santai di ruang terbuka memang terdengar menyenangkan. 


Namun, taman yang cantik juga membutuhkan perawatan, waktu, dan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, sebelum membeli rumah dengan taman, jangan hanya terpaku pada tampilannya. 



Rachel Warne


Secara umum, pembagian lahan pada rumah dapat mengacu pada rasio 60:40 atau 70:30 dari total luas tanah. Angka pertama menunjukkan luas bangunan lantai dasar, sedangkan sisanya dialokasikan untuk area terbuka seperti taman, carport, dan area resapan.


Ketentuan ini berkaitan dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yang ditetapkan pemerintah untuk menjaga ketersediaan area resapan air.


Ada 5 hal penting yang perlu diperhatikan agar taman tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk merawatnya.


1. Ukuran Taman



Archello


Lahan taman yang luas memang menarik, tetapi ukurannya tetap perlu disesuaikan dengan luas rumah dan kebutuhan penghuni. Sebagai gambaran, area terbuka sekitar 30–40% dari luas lahan dapat menjadi titik awal yang cukup untuk menghadirkan taman tanpa membuat area rumah terasa terlalu padat.


Namun, proporsi ini tetap dapat disesuaikan dengan ukuran dan tata letak hunian. Selain luas, pertimbangkan juga kebutuhan perawatannya. Taman yang terlalu besar akan membutuhkan lebih banyak waktu, tenaga, dan biaya untuk dirawat.


2. Kondisi Taman



Andy Murray Landscape Design


Taman yang ideal tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga memiliki kondisi tanah, tanaman, dan sistem drainase yang baik. Periksa apakah tanah cukup subur dan tidak mudah tergenang setelah hujan. Perhatikan pula kondisi tanaman, rumput, area tanam, serta struktur seperti dinding atau jalur pijakan.




Taman yang sudah memiliki pembagian area yang jelas, pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup, serta drainase yang baik akan lebih mudah dirawat dalam jangka panjang. Jadi, jangan hanya menilai taman dari tampilan tanamannya.


Baca juga: 10 Macam-macam Bunga Hias, Percantik Taman di Iklim Tropis!


3. Waspada Gulma yang Sulit Dibasmi



Landscape Design


Tidak semua gulma menjadi masalah, tetapi beberapa jenis dapat tumbuh dengan cepat dan sulit dikendalikan. Periksa keberadaan gulma seperti Japanese knotweed dan bindweed karena keduanya dapat kembali tumbuh meskipun sebagian akarnya masih tertinggal di dalam tanah.


4. Kontur dan Akses Taman



Premier Backyard Living

Kontur, seperti tangga, permukaan miring, dan area rendah dapat memberikan karakter sekaligus membuat taman terasa lebih dinamis. Namun, perubahan pada kontur tanah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 


Selain itu, pastikan akses menuju taman cukup memadai untuk membawa kompos, peralatan berkebun, maupun kebutuhan lainnya.


5. Kondisi Pohon dan Potensi Alami



Ware Landscaping


Pohon dapat membuat taman terasa lebih teduh dan asri, tetapi jenis serta lokasi penanamannya perlu diperhatikan. Pilih pohon dengan sistem akar yang relatif tidak agresif dan sesuaikan jaraknya dengan bangunan. Beberapa pilihan yang umum digunakan di area hunian antara lain tabebuya, ketapang kencana, kamboja, dan palem.


Untuk pohon berukuran sedang hingga besar, jarak sekitar 3–5 meter dari bangunan dapat menjadi pertimbangan awal, sedangkan jenis yang lebih kecil dapat ditempatkan lebih dekat dengan tetap memperhatikan ukuran pohon saat dewasa.