-
porcelainsuperstore
Dalam desain rumah, lantai sering kali tidak menjadi bagian pertama yang diperhatikan. Padahal, elemen ini punya pengaruh besar terhadap keseluruhan suasana ruangan. Warna, pola, tekstur, hingga material lantai dapat membuat rumah terasa lebih hangat, elegan, klasik, atau justru lebih berani.

Arsitek: Barbara Saurty & iota element / Fotografer: Florian WattierMenariknya, tren lantai tidak selalu bergerak menuju sesuatu yang benar-benar baru. Sejumlah gaya yang pernah populer puluhan tahun lalu justru kembali diminati. Apalagi, semakin banyak orang yang ingin rumahnya terasa lebih personal dan memiliki karakter, bukan sekadar mengikuti desain minimalis yang seragam.
Baca Juga: 10 Fakta SPC vs Vinyl Flooring untuk Lantai Motif Kayu
Mengapa Lantai Vintage Kembali Diminati?
Tren lantai vintage kembali populer karena semakin banyak orang ingin rumah yang terasa lebih berkarakter dan tidak terlalu seragam. Tekstur alami, pola unik, hingga sedikit ketidaksempurnaan justru memberikan daya tarik tersendiri.

homesandgardensMeski tren terus berubah, pilihan lantai sebaiknya tetap disesuaikan dengan gaya rumah, kebutuhan, dan selera pemiliknya. Sebab, terkadang desain lama justru bisa menjadi cara paling menarik untuk memberikan suasana baru pada rumah.
6 Model Lantai Vintage yang Kembali Diminati
1. Lantai Checkerboard

Desain Interior & Fotografer: Amici BuroPola kotak-kotak atau checkerboard identik dengan gaya retro. Kombinasi hitam dan putih masih menjadi pilihan klasik, tetapi kini banyak hadir dalam warna dan material yang lebih modern.
2. Lantai dengan Warna Hangat
Lantai terakota memiliki warna tanah seperti jingga kecokelatan hingga merah bata yang membuat ruangan terasa lebih hangat dan nyaman. Salah satu yang populer adalah ubin Saltillo dengan permukaan dan warna yang tidak selalu sama, sehingga memberikan kesan alami dan unik.

@stn_ceramicaLantai ini cocok untuk rumah bergaya Mediterania, rustic, maupun hunian yang ingin menghadirkan suasana natural. Terakota juga cocok digunakan untuk menghubungkan area dalam dan luar rumah agar terlihat lebih menyatu.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Home Lift Terbaik untuk rumah minimalis
3. Lantai Kayu
Lantai kayu lama kini kembali diminati karena mampu menghadirkan kesan hangat dan alami. Jenis seperti red oak memiliki warna kemerahan, sementara white oak menawarkan tampilan yang lebih netral.

impressionsflooringGoresan atau bekas pemakaian pada kayu juga tidak selalu menjadi kekurangan. Justru, detail tersebut bisa memberikan karakter tersendiri pada ruangan. Untuk hasil yang lebih natural, finishing matte menjadi pilihan yang banyak disukai.
4. Lantai Gaya Victoria
Lantai bergaya Victoria dikenal dengan pola geometris, detail rumit, dan kombinasi warna yang berani. Karena tampilannya cukup dekoratif, lantai ini bisa langsung menjadi pusat perhatian dalam ruangan.

Arsitek: Workshop Diseno Y Construccion / Fotografer: Manolo R. SolisGaya ini cocok digunakan di foyer, koridor, atau area pintu masuk. Selain memberikan kesan klasik, pola Victoria juga cocok dengan tren interior maksimalis yang kembali populer.
5. Lantai Terrazzo
Terrazzo terbuat dari campuran pecahan marmer, granit, kuarsa, atau kaca yang menghasilkan pola berbintik khas. Kombinasi warna dan ukurannya bisa sangat beragam sehingga setiap lantai memiliki tampilan yang unik.

Arsitek: Casa Studio / Fotografer: Dewa NugrahaMeski identik dengan gaya mid-century, terrazzo tetap cocok untuk interior modern. Tampilannya bisa dibuat sederhana dan lembut atau lebih berwarna untuk memberikan kesan yang berani.
Baca Juga: Casa Batlló Buka Hunian Rahasia yang Tersembunyi 100 Tahun
6. Ubin Hexagon dan Penny Mosaic
Ubin kecil berbentuk hexagon dan bulat atau penny tile kembali populer, terutama untuk kamar mandi. Bentuknya sederhana, tetapi mampu memberikan detail visual yang menarik.

fireclaytileHexagon memberikan kesan lebih tegas, sementara penny tile terlihat lebih lembut dan dinamis. Keduanya cocok dipadukan dengan interior klasik maupun modern.
-




