Ukuran apartemen yang compact tidak selalu berarti pengalaman tinggal yang terbatas. Urby justru menawarkan pendekatan berbeda melalui hunian yang mengandalkan ruang bersama, fasilitas lengkap, dan desain yang mendorong interaksi antar penghuni.




Konsep tersebut terlihat pada proyek terbaru Urby di Fishtown, Philadelphia. Kawasan ini dikenal dengan sejarah industrinya sekaligus komunitas kreatif yang berkembang, sehingga karakter lokal turut menjadi bagian dari rancangan bangunan.




Dalam proyek ini, Urby kembali menggandeng firma arsitektur asal Belanda, Concrete Amsterdam. Keduanya telah berkolaborasi sejak awal pengembangan Urby untuk menciptakan hunian yang tidak hanya berfokus pada unit apartemen, tetapi juga pengalaman penghuni di luar ruang privat.




Apartemen di Fishtown Urby tersedia mulai dari studio hingga unit tiga kamar tidur. Setiap unit dirancang dengan tata ruang yang efisien agar area yang tersedia tetap terasa nyaman.




Dapur menggunakan tata letak galley dengan peralatan lengkap, sementara kamar tidur dibuat lebih privat dari area bersama. Pendekatan ini memungkinkan penghuni memanfaatkan ruang secara maksimal tanpa harus mengorbankan fungsi utama hunian.




Namun, daya tarik Fishtown Urby justru semakin terasa ketika keluar dari unit. Berbagai fasilitas bersama tersebar di dalam bangunan, mulai dari pusat kebugaran, ruang kerja, lounge, teras luar ruang, hingga taman anjing.






Pusat kebugaran di lantai dasar bahkan terhubung langsung dengan area barbekyu dan taman anjing. Tidak jauh dari sana, ruang duduk dilengkapi office pod kedap suara yang dapat digunakan untuk bekerja atau melakukan aktivitas yang membutuhkan suasana lebih tenang.




Area masuk juga tidak dibuat sekadar sebagai jalur menuju lobi. Halaman semi-tertutup dengan tanaman asli menciptakan ruang hijau yang menjadi penghubung antara bangunan dan lingkungan sekitar. Di area ini terdapat Percy, kafe bergaya retro yang menyajikan makanan khas setempat.




Kejutan lainnya berada di lantai paling atas. Sebuah pintu tersembunyi mengarah ke bar bergaya speakeasy dengan interior bernuansa ungu. Jendela besar di dalamnya membingkai pemandangan cakrawala Downtown Philadelphia.




Sementara itu, teras atap menjadi ruang terbuka untuk berkumpul. Bentuk bangunan dibuat dengan beberapa bagian yang menjorok dan berlekuk untuk mengurangi kesan masif dari bangunan yang memenuhi satu blok. Bentuk tersebut juga membantu menyesuaikannya dengan bangunan industri dan rumah deret yang berada di sekitarnya.




Hubungan dengan Fishtown semakin terlihat melalui elemen seni pada bangunan. Salah satu mural merupakan hasil kolaborasi seniman tato Henk Schiffmacher dengan produsen keramik asal Belanda, Royal Delft.




Karya tersebut memadukan motif dunia tato, seperti naga, hati, burung walet, dan kapal, dengan gaya Delft Blue yang identik dengan keramik tradisional Belanda. Elemen ini sekaligus membawa cerita tentang sejarah kawasan dan latar belakang pembuatnya ke dalam desain bangunan.