Suasana riuh gang-gang khas Tokyo hadir dalam desain interior Genso, restoran Jepang di dalam kompleks Sha Tin Racecourse, Hong Kong, yang telah beroperasi sejak 1978 untuk melayani tingginya minat warga kota. Restoran dua lantai ini digarap oleh Joyce Wang Studio, dan menu Jepang yang disajikannya berpadu erat dengan konsep ruang yang diusung. 


Referensi utama desain ini adalah Golden Gai, kawasan padat di distrik Shinjuku yang terkenal dengan jaringan gang sempit berisi bar-bar dan tempat makan mungil. Joyce Wang menjelaskan bahwa Golden Gai terasa seperti kota di dalam kota, dengan aturan dan karakternya sendiri, tempat orang bisa benar-benar melarikan diri dan tenggelam di dalamnya. Semangat itulah yang coba dihadirkan kembali di Genso lewat susunan level dan lapisan ruang berupa tangga, platform, jembatan, titik pandang, dan jalur pejalan kaki yang merepresentasikan ragam pengalaman hidup di kota-kota dinamis seperti Tokyo dan Hong Kong.


Kesan retro turut menjadi elemen penting dalam perancangan ruang ini. Area resepsionis di bagian depan menampilkan meja besar dengan dasar kayu bernuansa biru tua, sementara countertop-nya dilapisi ubin keramik kecil yang mengingatkan pada estetika manga bergaya piksel atau video game lawas. Menurut Wang, ada daya tarik tersendiri dari era yang sulit ditentukan secara pasti, karena justru hal itu membuatnya bisa diterima lintas generasi.



Melewati area resepsionis, pengunjung akan tiba di lantai bawah bernama Fudo Town Food Hall, ruang yang menyajikan jajanan kaki lima ala
Jepang dengan suasana kasual. Deretan booth terbuka dan bangku panjang komunal berlapis kulit biru dan kain bermotif oranye mendominasi area ini. Beberapa meja dan kolom struktural turut disisipi ubin biru sebagai referensi halus terhadap fasad keramik yang lazim ditemukan di bangunan-bangunan Tokyo.


Lentera-lentera yang biasa menghiasi bagian luar tempat usaha di Golden Gai turut digantung di langit-langit Genso. Lentera ini dirancang khusus oleh studio asal Singapura, Foreign Policy, lengkap dengan motif bunga merah.



Di lantai atas, pengunjung akan menemukan ruang makan bernama Izakaya yang dirancang untuk memberi pengalaman bersantap yang lebih intim. Ruang ini juga dilengkapi furnitur berlapis kain dan lentera gantung, namun dengan motif menyerupai gelombang laut. Jaringan tangga dan jalur sempit yang dibatasi railing logam berwarna perunggu menghubungkan area ini dengan balkon-balkon interior yang menaungi berbagai zona duduk. Bagian bawah balkon-balkon tersebut diberi lampu strip sehingga tampak seperti "pulau neon yang melayang" bagi pengunjung di food hall di bawahnya efek pencahayaan yang juga terinspirasi dari gemerlap papan reklame di jalanan Golden Gai.




Genso menambah daftar tempat makan dan minum di Hong Kong yang tampil mencolok secara desain, menyusul Peridot dengan interior hijau limenya yang dihiasi lebih dari 20 ribu titik lampu, serta Artifact Bar yang mengusung konsep speakeasy.

Sumber Foto: Common Studio