Menentukan jenis penutup lantai yang tepat merupakan salah satu keputusan paling krusial dalam membangun. Di pasar modern saat ini, dua material yang paling sering membingungkan adalah Keramik konvensional dan Granite Tile. Meskipun sekilas tampak serupa saat sudah terpasang, keduanya memiliki karakteristik fisik, tingkat kekuatan, dan kesesuaian anggaran yang sangat bertolak belakang.


Agar tidak salah memilih material, berikut adalah 7 fakta perbedaan mendasar antara Granite Tile dan Keramik yang wajib diketahui.




1. Struktur Kepadatan dan Pori-Pori Material

Perbedaan paling dasar antara kedua material ini terletak pada kerapatan struktur bagian dalamnya. Granite tile diproses dengan teknologi tinggi yang menghasilkan material yang sangat padat, keras, dan hampir tanpa pori-pori. 


Baca juga, Motif Keramik Lantai 50x50 Terbaru dan Penempatannya


Sebaliknya, keramik memiliki struktur dalam dengan pori-pori yang jauh lebih besar. Perbedaan struktur ini menjadi pemicu utama yang membedakan kualitas mekanis serta daya tahan kedua material tersebut dalam jangka panjang.


2. Ukuran Kekerasan Berdasarkan Skala Mohs

Tingkat ketahanan dan goresan dari kedua material ini dapat diukur secara ilmiah menggunakan sistem Skala Mohs, yang biasa digunakan untuk menguji kekerasan mineral dan batuan. 




Granite tile menempati kasta yang lebih tinggi dengan nilai kekerasan mencapai Skala Mohs 6 hingga 8. Sementara itu, keramik berada di bawahnya dengan nilai kekuatan yang berkisar antara Skala Mohs 5 hingga 6 saja.

Area dengan aktivitas tinggi atau beban berat menuntut material lantai dengan daya dukung yang optimal. Granite tile dirancang khusus untuk mampu menahan beban berat tanpa risiko melengkung atau patah. 


Baca juga, 10 Merek Pilihan Granite Tile Berkualitas & Terpopuler


Sementara keramik memiliki keterbatasan dalam menahan tekanan vertikal yang terlalu ekstrem dalam jangka waktu yang lama.


3. Akurasi Pemotongan Tepi dan Presisi Ukuran

Dari segi bentuk fisik kepingan, kemudahan pemasangan sangat dipengaruhi oleh proses fabrikasi di pabrik. Granite tile melalui proses pemotongan tepi yang sangat akurat sehingga menghasilkan sudut-sudut yang siku dan konsisten di setiap kepingnya. 




Berbeda dengan keramik yang proses pemotongannya cenderung kurang presisi dan kurang konsisten, sehingga sering kali terdapat selisih sekian mm antar kepingan.


4. Sambungan Nat 

Dampak dari presisi ukuran di atas sangat mempengaruhi kerapian visual setelah terpasang. Karena potongannya sangat siku, granite tile dapat dipasang lebih rapat dengan lebar nat tipis hanya sekitar 1-2mm, untuk menciptakan kesan lantai yang menyatu tanpa batas (seamless).




Sementara untuk keramik, pemasangannya memerlukan jarak nat yang dibuat agak lebar, berkisar antara 3-5mm, untuk menyamarkan ketidakrataan ukuran antar ubin.




5. Variasi Ukuran Dimensi di Pasaran

Secara umum, kedua material ini merajai segmentasi ukuran yang berbeda demi memenuhi kebutuhan estetika ruangan. Keramik lebih banyak mendominasi pasar dalam ukuran kecil hingga sedang, seperti ukuran 20x20 cm, 30x30 cm, 40x40 cm, hingga ukuran maksimal di kisaran 50x50 cm atau 60x60 cm. 




Untuk Granite tile terkenal dengan ketersediaan format ukuran besar (large format) untuk menonjolkan kesan mewah, mulai dari 60x60 cm, 80x80 cm, 60x120 cm, hingga ukuran slab raksasa.


6. Kesesuaian Penggunaan untuk Investasi Jangka Panjang

Karakteristik biaya dan kepraktisan dari masing-masing material membuat keduanya memiliki pasar tersendiri berdasarkan jenis proyeknya. 




Ketika membangun sebuah hunian permanen atau premium yang akan ditempati dalam waktu puluhan tahun, daya tahan material menjadi aspek utama. 


Granite tile menawarkan nilai investasi jangka panjang yang sangat baik karena kekuatannya yang tidak memudar dan tampilannya yang tetap mewah seiring waktu. 




Keramik, meski fungsional, lebih cocok untuk area service atau properti yang memiliki intensitas perubahan desain atau renovasi berkala yang tinggi. Dan keramik juga ideal untuk proyek komersial sewa berbiaya rendah, seperti pembangunan rumah kos atau rumah toko (ruko). 


Baca juga, 7 Model Keramik Kamar Mandi Abu-abu: Modis dan Modern


7. Kalkulasi Anggaran Sesuai Kebutuhan

Fakta terakhir bermuara pada kesiapan anggaran biaya pembangunan yang dialokasikan oleh pemilik rumah. Keramik konvensional adalah solusi paling tepat jika anggaran terbatas karena harga terjangkau. Namun, jika mengutamakan kekuatan maksimal, seamless yang elegan, serta kemewahan ruang tanpa mengkhawatirkan anggaran, maka mengalokasikan dana lebih untuk granite tile adalah keputusan yang paling bijaksana.






Sumber foto teaser: Baseimage