Beberapa bulan lalu, Indonesia Design District (IDD) turut ambil bagian dalam Salone del Mobile di Milan, Italia pameran furnitur dan desain interior terbesar sekaligus paling bergengsi di dunia yang digelar setiap tahun. Kehadiran Indonesia saat itu terwakili lewat IDD Pavilion bertema "House of Indonesia" yang dirancang oleh Santi Alaysius (Domisilium Studio) dengan kurator Alvin Tjitrowirjo, serta partisipasi di ajang SaloneSatellite yang menampilkan karya desainer muda dari berbagai negara.


View this post on Instagram

A post shared by CASA Indonesia (@casaindonesia)


Kini, Jakarta akan menjadi saksi sejarah baru dalam dunia desain internasional. Ibu kota Indonesia dipilih sebagai lokasi pameran SaloneSatellite Permanent Collection, arsip visual yang menyimpan jejak hampir tiga dekade perjalanan desain dunia sejak 1998. Momen ini bukan sekadar agenda pameran biasa, melainkan penanda posisi baru Indonesia di peta desain global, sekaligus pembuka rangkaian tur internasional terbaru dari Salone del Mobile.Milano, pameran furnitur paling bergengsi di dunia.


SaloneSatellite Permanent Collection 1998-2024 Exhibition
Exhibition Arts Pavilion, West Kowloon Hong Kong, 2024
©Davide Colombino
Salone del Mobile.Milano

Bertempat di Townhall Indonesia Design District (IDD) PIK2, pameran ini akan menjadi salah satu titik pusat perhatian dalam Indonesia Design Week (IDW) 2026 yang tahun ini mengangkat tema "Collective Culture." Dari total 415 objek yang pernah dikurasi sepanjang sejarah SaloneSatellite, 55 karya terpilih akan dipamerkan di Jakarta pada 18 September hingga 18 Oktober 2026 menghadirkan potongan sejarah yang selama ini hanya bisa disaksikan di segelintir kota besar dunia.



SaloneSatellite Permanent Collection 1998-2024 Exhibition
Exhibition Arts Pavilion, West Kowloon Hong Kong, 2024
©Davide Colombino
Salone del Mobile.Milano




Hal yang menjadikan koleksi ini istimewa bukan sekadar faktor usianya, melainkan bobot historisnya sebagai jejak perjalanan sebuah gagasan. Banyak karya yang dipamerkan sempat menjadi purwarupa eksperimental sebelum akhirnya diproduksi secara massal dan tumbuh menjadi ikon desain kontemporer yang dikenal luas. Sejak 2018, koleksi ini dirawat di Artwood Academy, Lentate sul Seveso, kawasan Brianza, Italia yang dikenal sebagai salah satu pusat industri desain Eropa. Kehadirannya di Jakarta kini melanjutkan jejak internasionalnya setelah sebelumnya singgah di Hong Kong (2024) dan Paviliun Italia di Expo 2025 Osaka, namun dengan posisi yang berbeda karena Jakarta menjadi titik pembuka babak baru dalam perjalanan global koleksi ini, sekaligus penanda bahwa ekosistem desain Indonesia kini mulai dipandang sebagai mitra strategis, bukan sekadar penonton.


SaloneSatellite Permanent Collection 1998-2025 Exhibition
Italian Pavillion
Expo 2025 Osaka
Courtesy Italian Pavillion, Expo 2025 Osaka
Salone del Mobile.Milano


Di balik pencapaian ini, ada sosok Marva Gricin Wilshire, pendiri sekaligus kurator yang membangun SaloneSatellite dari nol pada 1998. Baginya, koleksi ini tidak pernah dimaksudkan sebagai arsip yang diam dan statis, melainkan ruang hidup yang terus mempertemukan desainer muda dengan dunia industri, material baru, dan lintas budaya. Ia menekankan bahwa setiap objek dalam koleksi menyimpan dua cerita sekaligus awal mula sebuah ide, dan potensi masa depan yang belum tentu selesai. Selain berperan sebagai kurator, Wilshire turut hadir di Jakarta dalam kapasitas sebagai Ambassador for Italian Design Day, memperluas jangkauan dialog antara diplomasi budaya Italia dan ekosistem desain Indonesia.


Marva Griffin Wilshire
Founder and Curator SaloneSatellite
Ambassador of International Relations Salone del Mobile.Milano
©Socialrise

Sentuhan lokal turut menghiasi pameran ini lewat kehadiran Plank Chair, karya Studio Hendro Hadinata yang dikembangkan bersama brand asal Jakarta, EVERY Collections, yang secara simbolis "pulang" ke kota asalnya setelah sempat menjadi bagian dari koleksi internasional. Semangat serupa juga tercermin dari karya-karya desainer Asia lainnya, seperti vas bambu Shahril Faisal yang berakar dari kolektif Tanggam (Malaysia), nampan logam buatan Suntae Kim (Korea Selatan), serta Interlaced, lampu pembatas ruang hasil kolaborasi studio ViiChendesign (Taiwan) untuk Camino, yang bersama-sama menegaskan bahwa pengaruh SaloneSatellite telah lama melampaui Eropa. 

SaloneSatellite Permanent Collection Exhibition 1998–2026, yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Design Week 2026. Bertempat di Townhall IDD, kawasan Indonesia Design District (IDD), PIK2, Jakarta, pameran ini akan dibuka secara resmi pada 18 September 2026 dan berlangsung hingga 18 Oktober 2026.