-
Arsitek: Kaushal TaTiya / Fotografi: Avesh Gaur
Kaushal Tatiya Architects menghadirkan hunian unik bernama The Anthill di Ahilyanagar, Maharashtra, India. Sesuai namanya, rumah ini terinspirasi dari bentuk dan cara kerja sarang semut, yang dikenal mampu menjaga suhu tetap nyaman meski berada di lingkungan yang panas.

Baca Juga: Tak Lagi Jadi Hotel, Bangunan Ini Kini Jadi Restoran Stylish
Hunian seluas sekitar 7.000 kaki persegi ini dirancang untuk menjawab tantangan iklim panas dan kering. Alih-alih mengandalkan pendingin udara secara penuh, arsitek menerapkan berbagai strategi pasif, seperti ventilasi silang, pencahayaan alami, serta penggunaan material yang mampu membantu menjaga suhu ruang tetap stabil.

Dari luar, bangunan tampil seperti gundukan tanah dengan fasad bata bergelombang yang tampak kokoh. Namun di balik tampilannya yang tertutup, rumah ini memiliki halaman dalam, skylight, dan lorong-lorong yang menghubungkan setiap ruang sehingga udara dan cahaya alami dapat mengalir dengan optimal.

Konsep sarang semut juga diterapkan pada tata ruangnya. Ruang-ruang di dalam rumah tersusun saling terhubung melalui koridor yang sempit sebelum terbuka ke area yang lebih luas.
Baca Juga: Museum di Huizhou Angkat Bentuk Jembatan Tradisional
Pergantian tinggi ceiling, permainan cahaya, dan keberadaan halaman menciptakan pengalaman ruang yang dinamis sekaligus nyaman bagi penghuni.

Area ruang keluarga menjadi pusat aktivitas rumah dengan halaman terbuka yang menghadirkan cahaya dan sirkulasi udara. Sebuah elemen air juga ditambahkan untuk membantu menurunkan suhu di area tersebut secara alami.

Untuk mendukung sistem pendinginan pasif, arsitek menggunakan jalis atau dinding bata berlubang yang memungkinkan udara mengalir bebas ke seluruh bangunan.

Selain itu, skylight dan poros ventilasi membantu menciptakan efek cerobong sehingga udara panas dapat keluar secara alami, sementara cahaya matahari masuk dengan lebih lembut.

Material yang digunakan juga dipilih untuk menyesuaikan kondisi iklim setempat. Bata ekspos menjadi elemen utama yang dipadukan dengan beton bertekstur, plester kapur, batu lokal, terakota, dan furnitur kayu.

Baca Juga: Kreatif! Kantor di Spanyol Ini Terinspirasi Budaya Jepang
Kombinasi material ini tidak hanya memberikan karakter yang hangat, tetapi juga membantu meningkatkan kenyamanan termal di dalam rumah.
Sumber Foto: Avesh Gaur
-




