-
The Collective Womb and the Alien Generation / ARTJOG
Sudah menonjol sebagai salah satu wajah gelombang baru seniman Indonesia di era 2010-an, Roby Dwi Antono dikenal lewat gaya pop art, pop surealisme, dan seni lowbrow yang khas. Seniman otodidak berbasis Yogyakarta ini semula membangun dunia visualnya dari karakter-karakter seperti kelinci, anak-anak, dan hewan humanoid, menghadirkan ingatan serta fantasi masa kecil secara sentimental. Namun sejak sekitar 2019–2020, arah praktiknya bergeser lebih dalam yakni mengupas lapisan demi lapisan tentang pemahaman diri dan kesadaran, sekaligus mengajak penikmat karyanya menyelami kecemasan tak kasatmata terhadap perubahan zaman.
The Collective Womb and the Alien Generation / ARTJOG
Pergeseran itu kini terlihat jelas dalam seri karya instalasi bertajuk GENERATIO: CYCLUS VITAE, yang menjadi bagian dari ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO. Roby hadir sebagai Commission Artist dalam edisi ini, menyuguhkan wacana tentang generasi, perubahan, dan siklus kehidupan.
Tiga Babak yang Saling Terhubung
Roby menyusun GENERATIO: CYCLUS VITAE dalam tiga bagian yang saling berkaitan, masing-masing menandai satu tahap perjalanan reflektif bagi pengunjung.
1. Vulnera: The Scar of Intergenerational Wound
Di fasad ARTJOG, pengunjung disambut oleh rangkaian lempeng terakota yang disusun mengikuti pola terinspirasi proses pembangunan candi. Pada bagian tengahnya terdapat bentuk cembung dengan rongga vertikal menyerupai perut hamil, sekaligus merepresentasikan luka yang telah mengering. Melalui karya ini, Roby menegaskan bahwa luka bukan sekadar pengalaman personal, melainkan warisan generasional yang turut membentuk nilai dan cara berpikir generasi berikutnya.
Instalasi Vulnera: The Scar of Intergenerational Wound / ARTJOG
2. The Collective Womb and the Alien Generation
Di balik susunan lempeng terakota tersebut, suasana berubah menjadi lebih intim. Seolah memasuki tubuh setelah wujud perut hadir di fasad, ruang ini melanjutkan eksplorasi yang pernah dikembangkan Roby dalam pameran tunggalnya, That Peculiar (2023), lewat elemen-elemen yang terasa asing, namun tetap sentimental. Karya ini dilengkapi rekaman ultrasonografi dari arsip medis janin dalam rahim seorang ibu, menghadirkan pengalaman yang privat sekaligus rentan dan rapuh. Roby menyebut ruangan ini sebagai "rahim kolektif", metafora bagi siklus keberlanjutan generasi, di mana kelahiran baru dan kematian lama bersanding dengan proses penerimaan sekaligus penolakan atas warisan dari generasi sebelumnya.
The Collective Womb and the Alien Generation / ARTJOG
3. Generatio Continua: Death as a Catalyst for Generational Rebirth
Pada bagian penutup, Roby menghadirkan instalasi patung berbentuk kepala dengan tiga wajah berlapis, masing-masing menggambarkan transisi yang berkesinambungan. Terinspirasi filsafat Aztec yang memaknai kematian bukan sebagai akhir, karya ini mengartikulasikan kematian sebagai gerbang menuju pembaruan yakni mewakili tahapan masa kanak-kanak, dewasa, penuaan, kematian, hingga kelahiran kembali.
Di bawah instalasi ini terdapat genangan air yang terinspirasi oleh "Tuk", mata air yang terus mengalir untuk menyaring dan menciptakan kemurnian. Lapisan wajah di tengah instalasi meneteskan air mata yang jatuh perlahan ke dalam genangan tersebut, melambangkan warisan luka dari generasi transisi kepada generasi baru yang lahir dalam kemurnian di tengah siklus yang terus berkelanjutan.
Generatio Continua: Death as a Catalyst for Generational Rebirth / ARTJOG
Melalui GENERATIO: CYCLUS VITAE, Roby Dwi Antono memperluas cara kita memahami peradaban sebagai sebuah siklus panjang yang tersusun dari pengalaman berlapis, mewarisi rasa sakit, keterasingan, dan kerapuhan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari fasad hingga ruang dalam, karya ini menuntun pengunjung menempuh perjalanan dari luka, kelahiran, hingga pembaruan. Sebuah refleksi yang relevan tak hanya bagi seni, tetapi bagi cara kita memaknai keberlanjutan hidup itu sendiri. GENERATIO: CYCLUS VITAE dapat disaksikan sebagai bagian dari ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO, berlangsung hingga 30 Agustus 2026.
Sumber Foto: ARTJOG 2026
-




