Dua Lipa resmi membuka perpustakaan fisik pertamanya, Manifesto Library, pada 27 Juni 2026. Peluncuran ini bertepatan dengan pembukaan perdana festival buku internasional BABELL, City of Books yang digelar di Porto, Portugal.


View this post on Instagram

A post shared by Service95 Book Club with Dua Lipa (@service95bookclub)


Perpustakaan ini menempati auditorium budaya baru di dalam Livraria Lello, toko buku berusia 120 tahun yang dikenal sebagai salah satu toko buku paling ikonik di dunia. Ruang auditorium tersebut dirancang oleh arsitek peraih Pritzker Prize, Álvaro Siza, sehingga Manifesto Library hadir bukan sekadar sebagai rak buku biasa, melainkan sebuah ruang budaya dengan nilai arsitektural yang kuat.

                 

                                                    @LivrariaLello

Proyek ini digagas Dua Lipa lewat platform Service95 miliknya menjadi wujud fisik pertama dari Service95 Book Club yang sebelumnya hanya eksis secara daring. Dua Lipa menyebut kolaborasi ini sebagai "kemitraan impian", sementara Francisca Pedro Pinto, Head of Brand Livraria Lello, menyampaikan bahwa toko buku ini telah 120 tahun berpegang pada keyakinan bahwa buku adalah teknologi kebebasan dan Manifesto Library lahir dari keyakinan itu.

Acara peresmian yang digelar pada malam 27 Juni 2026 turut dihadiri penulis ternama seperti Salman Rushdie dan Olga Tokarczuk yang karyanya juga menjadi bagian dari koleksi perpustakaan.




                                                @service95bookclub

Koleksi Manifesto Library sendiri berisi sekitar 100 judul buku yang pernah menghadapi pelarangan, sensor, atau pembatasan di berbagai negara, dikurasi mengikuti empat tema besar: kekuasaan, kontrol, suara, dan ingatan. Di antara judul yang dipajang terdapat karya-karya penulis kenamaan seperti Margaret Atwood dengan "The Handmaid's Tale", Franz Kafka dengan "The Trial", Reginald Dwayne Betts dengan "Felon", hingga Min Jin Lee dengan "Pachinko".

                                                @service95bookclub

Suasana pembukaan pun dirancang menyerupai gaya khas acara Book Tasting yang biasa digelar Service95 Book Club, memadukan diskusi seputar buku dengan pengalaman sosial, termasuk sesi mencicipi wine asal Portugal yang dikurasi oleh Sogrape. Format ini sengaja dihadirkan untuk mengembalikan aktivitas membaca ke pusat kehidupan publik sekaligus menegaskan bahwa perpustakaan ini adalah ruang temu bagi penulis dan pembaca dari berbagai latar belakang.


                                                @service95bookclub

Dengan hadirnya Manifesto Library, Dua Lipa semakin menegaskan posisinya bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai figur publik yang aktif mendorong budaya literasi lintas generasi melalui kolaborasi budaya yang bermakna.