Kirkby Design


Denim kini tak lagi sebatas material jeans dan jaket. Menurut riset tren dari Etsy, fabric yang lekat dengan gaya kasual ini mulai merambah ranah interior hadir sebagai pelapis sofa, aksen dinding, hingga elemen lantai di rumah-rumah bergaya. Denim disebut sebagai material of the moment yang muncul dalam berbagai bentuk di dunia desain, sekaligus menegaskan karakternya yang fleksibel: bisa tampil industrial, bisa pula elegan, tergantung bagaimana visi desainer mengolahnya.


 

Harry Nuriev / Carpenters Workshop Gallery

Salah satu desainer yang menarik perhatian datang dari Ralph Lauren Home lewat koleksi Meadow Lane musim semi 2026.Koleksi ini adalah persembahan Ralph Lauren untuk Hamptons, tempat yang selama puluhan tahun jadi sumber inspirasinya, yakni gaya East End yang mewah tapi tetap terasa membumi. Ini pun sejalan dengan reputasi Ralph Lauren sebagai salah satu brand fashion Amerika yang identik dengan denim, sehingga tidak heran jika chambray dan indigo selalu jadi elemen andalan dalam koleksi lifestyle Ralph Lauren Home. 



Ralph Lauren


Meadow Lane tampil dengan perpaduan putih bersih, chambray bernuansa usang, dan biru maritim klasik, dihadirkan lewat berbagai motif dan tekstur. Meski tidak sepenuhnya menggunakan denim murni, nuansa indigo dan chambray dalam koleksi ini menghadirkan visual yang akrab dengan dunia denim yang terkesan pudar, lapisan warna biru yang berlapis, dan tekstur yang terasa "hidup." Sentuhan dekoratif seperti motif indigo antique marble hasil kolaborasi dengan rumah keramik Inggris Burleigh, serta perlengkapan wicker dan kulit dari koleksi Bailey, memperdalam narasi kehidupan pesisir yang santai namun tetap berkelas.


Ralph Lauren


Jika Ralph Lauren mengambil pendekatan yang halus, Diesel Living justru berani mengangkat denim secara lebih literal. Bersama Moroso, Diesel menghadirkan Koleksi Baggy berupa tempat tidur dan meja yang terinspirasi denim, dilapisi kain jacquard custom yang dirancang khusus untuk meniru tampilan denim langsung merujuk pada warisan material Diesel sebagai brand fashion. Salah satu produk andalannya, meja kopi Nebulone, bahkan hadir dalam finishing indigo denim yang kontras dengan garis desainnya yang tegas dan bersih. Pendekatan ini menjadikan denim bukan sekadar aksen, melainkan identitas utama sebuah furnitur. 




Moroso


Selain dua nama besar tersebut, sejumlah desainer independen juga bereksperimen dengan denim dengan cara yang lebih personal. Di Sydney, Brett Mickan Interior Design menghadirkan kursi berlapis denim yang menghormati akar budaya denim yang lahir dari dunia desain industrial. 


Sementara itu, desainer produk Vedat Ulgen dari studio Thislexik di Brooklyn mengambil pendekatan berkelanjutan dengan cara mendaur ulang jeans bekas, melapisinya dengan resin eko-epoksi, lalu mengubahnya menjadi kursi dan bangku yang unik. 

Worn Stool / Thislexik


Di Jepang, denim bahkan naik kelas menjadi material premium untuk perabotan rumah. Denim Jepang dikenal luas karena ketebalan dan teksturnya yang membuatnya lebih tahan lama, dan sebuah sofa denim empuk kini menjadi centerpiece di sebuah loft di Tokyo.



Yang menarik, denim untuk interior tidak melulu soal furnitur besar. Denim juga muncul dalam bentuk yang lebih personal, seperti dinding bertekstur indigo yang menghadirkan kesan elegan alih-alih kesan pemberontakan yang biasa melekat pada denim, hingga seprai dan sarung bantal yang memanfaatkan ketahanan kain denim.


Fenomena ini menunjukkan bahwa denim sedang mengalami pergeseran makna dalam dunia desain. Dari kain kerja yang identik dengan ketahanan dan dunia industrial, denim kini dilihat sebagai material yang mampu menghadirkan karakter, cerita, dan kehangatan personal ke dalam ruang tinggal. Baik lewat sentuhan halus ala Ralph Lauren, eksperimen berani Diesel Living, atau kreativitas desainer independen yang mendaur ulang jeans lama, denim membuktikan dirinya sebagai material yang jauh lebih kaya kemungkinan daripada sekadar bahan pakaian sehari-hari.