-
Di tengah ritme kota Jakarta yang begitu cepat tanpa henti, kini ruang publik untuk jeda menjadi semakin relevan. Ruang publik yang tidak hanya sebagai tempat ngobrol dan berkumpul, melainkan ruang yang dapat hadirkan suasana dan pengalaman dimana tempat, suasana, suara dan interaksi bersatu padu menjadi sesuatu yang lebih personal.

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul kecenderungan baru dimana tempat-tempat kini tidak lagi memanfaatkan keramaian, tetapi tempat yang menawarkan pendekatan dan pengalaman yang lebih intim. Sebagai medium yang paling universal, musik menjadi elemen yang dapat membentuk atmosfer pada ruang serta membuat koneksi melalui percakapan antar individu. Salah satunya adalah Bartiga.

Bartiga merupakan sebuah music bar intim yang memanfaatkan musik sebagai medium utama sehingga memunculkan pendekatan ruang dalam mendengar, merasakan, dan menikmati waktu dengan nyaman dan intim. Bar ini dirancang dengan kualitas musik yang tinggi, sehingga membuat suara dapat terdengar sangat jelas meskipun bersuara besar dan tidak mengganggu.

Bar ini didirikan oleh tiga pecinta musik, Yukifri Nazir sebagai Owner dari Bartiga, Reinhold Makasutji yang lebih dikenal Leno Rei sebagai Founder & Music Director, serta Edward Kusmana yang biasa dikenal Edu sebagai Operation Director. Bartiga ini berlokasi di Basement Darmawangsa Square, Jakarta Selatan.

Bartiga ini selalu hadirkan sesi vinyl dengan koleksi pribadi piringan hitam Reinhold Makasutji, sebanyak lebih dari 1.300 yang mencangkup jazz, hip-hop, funk, boogie, Latin, ritme Afrika, hingga disco.

Dibalik pengalaman musik yang bagus, bar ini menawarkan signature cocktails, mocktails, highballs serta beberapa pilihan minuman premium lainnya. Sehingga ciptakan suasana menikmati minuman dengan suara musik yang berkualitas dan nyaman.
Sumber foto: Bartiga
-




