Studio arsitektur Irlandia O'Donnell + Tuomey secara eksklusif memperlihatkan tampilan luar Museum V&A East di London menjelang pembukaan resminya akhir bulan Maret lalu. Tempat ini merupakan cabang terbaru yang dikembangkan sebagai bagian dari proyek besar pengembangan kawasan East Bank, namun tetap berada dalam satu payung utama yang sama.


Bangunan ini dijadwalkan dibuka pada 18 April dan berdiri berdampingan dengan kampus London College of Fashion karya Allies and Morrison, serta tepat berhadapan dengan stadion Olimpiade rancangan Populous sebagai struktur terbaru di kawasan Olympic Park.




Bangunan yang berbentuk angular menyerupai piramida ini dilapisi fasad panel beton dengan garis-garis yang terinspirasi dari huruf V dan A pada logo Victoria and Albert Museum. Museum V&A East sendiri direncanakan sebagai pusat budaya utama dalam pengembangan kawasan tersebut, sehingga dirancang dengan identitas visual yang kuat dan berbeda dari bangunan sehari-hari.


Salah satu pendiri John Tuomey menjelaskan bahwa bangunan ini memang harus terasa istimewa dan memiliki karakter yang mudah dikenali dari kejauhan. Ia juga menekankan bahwa museum membutuhkan identitas yang jelas karena tidak memiliki banyak jendela seperti gedung perkantoran atau sekolah.




Fasad bangunan digambarkan sebagai semacam jaket yang melindungi isi museum sekaligus tetap mengundang pengunjung. Ia menyebut bahwa desain museum harus mampu melindungi seluruh koleksi di dalamnya, sekaligus membuka diri agar publik bisa masuk dan menikmati ruang yang tersedia.


“Secara alami, museum perlu melindungi seluruh isinya, jadi desainnya harus menciptakan ruang yang terlindungi, tetapi juga membuka diri agar semua orang bisa masuk,” jelasnya.


Baca juga: 5 Seni Instalasi Publik Memukau, Ada dari Indonesia!







Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bagian bawah bangunan dibuat seolah terangkat agar orang-orang tertarik masuk dari area plaza menuju ruang masuk dan kafe di lantai dasar. Konsep ini membuat bangunan terlihat seperti berdiri di ujung jari kakinya, yang menjadi elemen penting dari gagasan desain tersebut.


Museum lima lantai ini pada dasarnya memiliki struktur sederhana, seperti ruang galeri berbentuk kotak disusun mengelilingi inti bangunan, sementara area masuk dan tangga berada di sela-selanya. Bangunan ini digambarkan sebagai struktur rasional yang dibungkus pakaian khusus, dengan pengalaman ruang yang menarik pada area di antara lapisan luar dan inti bangunan. Konsepnya sendiri terinspirasi dari gagasan Jepang tentang ruang perantara.




Fasad museum terdiri dari ratusan panel beton pracetak unik dengan tinggi sekitar dua meter dan panjang hingga 14 meter. Meskipun menggunakan material cor seperti bangunan lain di kawasan tersebut, tim perancang berupaya membuat tampilannya menyerupai batu solid, khususnya batu pasir.


Beberapa panel dihiasi pola garis linear, sementara yang lain memiliki relief. Pola-pola ini terinspirasi dari geometri logo V&A, yang menurut Tuomey merupakan salah satu desain grafis yang sangat dikenal. Ia mengadaptasi bentuk geometris logo tersebut ke dalam permukaan bangunan, menghasilkan kombinasi lekukan berbentuk huruf V dan tonjolan menyerupai huruf A.




Secara keseluruhan, bangunan ini dilapisi ratusan panel yang membentuk karakter visual kuat. Di bagian dalam, ruang galeri sedang dipersiapkan menjelang pembukaan, termasuk galeri Why We Make yang dirancang oleh studio Inggris JA Projects.



Sumber foto: Hufton + Crow