Pada Milan Design Week 2026, Laila Gohar memperkenalkan kolaborasinya dengan ARKET melalui sebuah instalasi publik di Giardino delle Arti. Instalasi ini menggunakan komidi putar bergaya pasar malam yang diolah ulang sebagai medium utama untuk memperkenalkan koleksi ready-to-wear pertamanya.


Berlangsung pada 20-24 April 2026, instalasi berbentuk komidi putar antik tersebut diadaptasi dari model langka akhir abad ke-18. Alih-alih kuda, elemen utamanya diganti dengan buah dan sayuran berukuran besar. Perubahan ini menciptakan pengalaman visual yang langsung terasa, di mana objek sehari-hari diperbesar, dipindahkan konteksnya, dan dibuat bergerak, sehingga struktur yang identik dengan masa kecil berubah menjadi semacam panggung visual untuk orang dewasa.




Selama ini, karya Laila Gohar dikenal sering menggunakan makanan sebagai medium sekaligus simbol. Dalam proyek ini, pendekatan tersebut berkembang menjadi pengalaman ruang. Komidi putar berputar perlahan, menciptakan pola repetisi yang terus-menerus, di mana perubahan skala dan material menggeser cara pandang tanpa menghilangkan asal bentuknya. Instalasi ini tidak hanya dibaca sebagai objek, tetapi juga sebagai atmosfer yang hidup melalui gerakan.





Melalui kolaborasi ini, Laila Gohar juga menandai langkah pertamanya di dunia fashion bersama ARKET. Koleksi yang ditampilkan terdiri dari 27 tampilan untuk Spring/Summer 2026, dengan karakter desain yang memadukan siluet praktis dan detail tak terduga, seperti manik-manik yang diaplikasikan, monogram bordir, serta eksplorasi struktur yang lembut.


Baca juga: Desain Kafe Ramah Anak Hadir di The Willow Play Cafe






Koleksi tersebut menggabungkan referensi pakaian kerja dengan elemen yang lebih ringan dan halus, menggunakan material seperti katun padat hingga organza sutra. Pendekatannya bergerak di antara fungsi dan ornamen tanpa menempatkan salah satu di atas yang lain, mencerminkan keselarasan antara praktik artistik Laila Gohar dan filosofi desain ARKET.




Instalasi ini terbuka untuk umum, tidak hanya sebagai display tetapi juga ruang partisipatif. Pengunjung dapat menikmati komidi putar tersebut bersamaan dengan kafe sementara dan berbagai program tambahan yang dirancang untuk melibatkan publik.


Yang dihadirkan bukan sekadar instalasi visual, melainkan sebuah lingkungan kecil yang menjadikan bermain sebagai pengalaman ruang. Komidi putar tersebut memperlambat ritme gerak pengunjung dan mengarahkan perhatian mereka pada objek sehari-hari yang diulang dan diperbesar.




Dalam konteks ini, busana, instalasi, dan pengalaman menyatu menjadi satu sistem yang cair, di mana batas antara fungsi dan tampilan sengaja dibuat terbuka. Instalasi ini menunjukkan bagaimana objek sehari-hari bisa diubah menjadi pengalaman visual yang baru melalui skala, gerak, dan konteks."



Sumber foto: ARKET