-
Urko Sánchez Architects merancang Sharjah Bridi Park yang berada di Al Bridi Reserve, United Arab Emirates, dengan deretan paviliun beratap ilalang rendah yang memperkenalkan pengunjung pada lingkungan untuk riset, edukasi, dan studi ekosistem Afrika. Proyek ini menata area kedatangan, orientasi, serta pembelajaran melalui jaringan bangunan sederhana berbahan tanah yang tersebar di antara vegetasi dan lahan terbuka.

Pengembangannya mencakup bangunan pintu masuk, area tiket, ruang ritel, hingga kamp edukasi yang dirancang untuk program lapangan dan lokakarya. Setiap elemen membentuk alur perjalanan yang mengarahkan pengunjung dari tepi kawasan reservasi menuju ruang berkumpul dan area observasi. Jalur sirkulasinya dibuat landai, melewati tanaman dan halaman teduh sehingga perpindahan antarruang tetap terasa menyatu dengan lanskap sekitar
Dalam pendekatannya, Urko Sánchez Architects mengambil inspirasi dari tipologi arsitektur tradisional Afrika lalu menafsirkannya ulang lewat metode konstruksi kontemporer dan perencanaan ruang modern. Volume bangunan yang membulat dan atap ilalang yang menjulur dalam membentuk komposisi visual yang tampak seolah tumbuh langsung dari tanah.
.jpg)
Beberapa bangunan dibuat dengan profil kerucut atau lengkung lembut, sementara yang lain memanjang seperti paviliun dengan garis atap lebar yang menaungi teras terbuka. Variasi ini menciptakan ritme visual di seluruh tapak tanpa kehilangan bahasa arsitektur yang seragam. Seluruh bangunan tetap terbaca sebagai satu keluarga bentuk yang menyesuaikan fungsi masing-masing namun tetap berdialog dengan vegetasi di sekitarnya.
Baca juga: 4 Hotel di Arab Saudi Cocok Buat Healing!

Serangkaian paviliun beratap ilalang membentuk pintu masuk baru bagi Sharjah Bridi Park. Pada Sharjah Bridi Park, struktur kayu menjadi dasar utama susunan bangunan. Kolom dan balok disusun untuk menciptakan interior terbuka agar udara dan cahaya dapat bergerak bebas, sementara struktur tersebut sengaja dibiarkan terlihat dari dalam sehingga karakter konstruksinya menjadi bagian dari pengalaman ruang.

Di atas kerangka itu, lapisan ilalang tebal memanjang keluar membentuk kanopi pelindung. Material atap ini tidak sekadar ditempelkan sebagai pelapis, melainkan menyatu langsung dengan struktur kayu di bawahnya sehingga struktur dan pelingkup bekerja sebagai satu kesatuan. Teksturnya memberi kedalaman visual sekaligus kehangatan, sambil menghadirkan perlindungan dari terik gurun.

Desain ini juga lahir dari studi iklim yang mendalam untuk menyesuaikan sistem atap tradisional dengan kondisi cuaca Uni Emirat Arab. Profil atap dibuat memanjang agar menghasilkan overhang dalam yang memberi bayangan pada area duduk luar ruang dan jalur pejalan kaki. Cahaya masuk secara lembut melalui susunan lapisan atap, menciptakan kondisi interior yang berubah sepanjang hari.
.jpg)
Di dalam paviliun, dinding tanah tebal dan kolom berbentuk pahatan mengarahkan alur gerak pengunjung. Kursi serta partisi rendah ditempatkan sebagai titik jeda di sepanjang jalur sirkulasi, sehingga pengalaman berpindah dari interior teduh ke lanskap terbuka terasa seperti rangkaian ruang yang berkesinambungan.
.jpg)
Sumber foto: Arch-Exist
-




