-
Setelah kembali dengan sukses ke Grand Palais pada 2025, Art Paris siap kembali mengisi nave megah dan balkon bangunan bersejarah tersebut pada 9–12 April 2026. Sebagai ajang seni modern dan kontemporer utama di musim semi, edisi ke-28 ini menghadirkan dialog dinamis antara 165 galeri dari Prancis dan berbagai negara, dengan pilihan karya yang memadukan perspektif regional sekaligus kosmopolitan.
Program tahun ini juga mengajak pengunjung menelusuri hubungan kompleks antara bahasa dan kekuatan seni sebagai sarana pemulihan di salah satu landmark arsitektur paling bersejarah di Paris.

Edisi 2026 berfokus pada dua tema besar yang digarap oleh kurator tamu dengan perspektif lokal dan global. Kurator pertama, Loïc Le Gall, yang menjabat Direktur Passerelle Centre d’Art Contemporain, mengkurasi program bertajuk Babel — Art and Language in France.
Program ini menampilkan 21 seniman, termasuk Fabrice Hyber, Laure Prouvost, serta mendiang Ben Vautier. Karya-karya mereka disebut menafsirkan sistem tanda dan struktur bahasa dalam seni kontemporer Prancis, dengan menelusuri bentuk huruf, ketegangan makna, hingga bagaimana kata-kata bergerak dan menyebar dalam jaringan komunikasi.

Secara paralel, Alexia Fabre, Direktur Eksekutif Centre Pompidou Francilien, menghadirkan tema Reparation. Ia memilih sekitar 20 seniman internasional, di antaranya Otobong Nkanga dan Kader Attia.
Fabre menilai seni dapat berfungsi sebagai alat untuk memperbaiki luka, baik fisik maupun simbolik, serta menyentuh isu penyembuhan, sejarah yang lama terdiam, dan ketahanan manusia dalam membangun kembali realitas yang pernah ada.

Komitmen pameran ini dalam mendukung generasi baru terlihat melalui sektor Promises, yang berada di balkon selatan Grand Palais. Bagian ini diperuntukkan bagi galeri yang berdiri kurang dari sepuluh tahun dan menghadirkan 27 peserta dari berbagai negara. Lebih dari setengah seniman yang berpartisipasi adalah perempuan, menegaskan upaya untuk memberi ruang bagi suara artistik baru dari kota-kota seperti Sydney, Casablanca, hingga Singapura.
Di samping itu, sektor Solo Show menghadirkan 25 pameran monograf yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih dalam karya seniman modern dan kontemporer seperti Joël Andrianomearisoa dan Fabienne Verdier.

Sementara itu, French Design Art Edition kembali hadir di balkon utara setelah debut suksesnya. Program ini menyoroti pertemuan antara desain kontemporer dan seni dekoratif. Kurator Jean-Paul Bath dan Sandy Saad menghadirkan sekitar 15 peserta yang menampilkan karya edisi terbatas maupun karya unik.
Fokus pada gaya hidup artistik atau art de vivre juga dilengkapi dengan pameran Le Fonds d’art contemporain: Paris Collections, yang dikurasi oleh Julie Gandini. Proyek ini menyoroti seniman abad ke-20 dari Afrika dan Amerika yang selama ini kurang terwakili dalam koleksi publik, sebagai bentuk upaya memperbaiki ketimpangan representasi melalui visibilitas institusional.

Pengakuan terhadap keunggulan tetap menjadi salah satu pilar utama acara ini melalui tiga penghargaan besar. BNP Paribas Banque Privée Prize diberikan kepada seniman yang aktif di kancah seni Prancis dan dipilih dari pameran Babel. Sementara itu, Her Art Prize, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Marie Claire dan Maison Boucheron, memberikan penghormatan kepada seorang seniman perempuan atas perjalanan kariernya yang unik serta karya yang mampu menghadirkan perspektif baru.
Selain itu, terdapat pula seremoni penghargaan Le FRENCH DESIGN 100 yang didukung oleh Ministry of Culture, yang memberikan apresiasi kepada 100 proyek desain dan desain interior yang turut memperluas pengaruh kreativitas Prancis di tingkat internasional. Penghargaan ini memilih satu pemenang utama dari kalangan desainer, produsen, hingga pengrajin ahli.

Acara ini juga menegaskan pentingnya peran penghargaan tersebut bagi ekosistem desain Prancis, karena seperti disebutkan dalam penyelenggaraan acara. Pengakuan terhadap keunggulan tetap menjadi salah satu fondasi utama dari perhelatan ini.
Baca juga: Menarik! Desain Museum Ini Datang Dari Mimpi

Sumber foto: Art Paris
-




