Tren desain rumah modern kini semakin mengarah pada pendekatan yang lebih alami dan menenangkan. Salah satu konsep yang semakin populer adalah biophilic design, yaitu pendekatan desain yang menghadirkan unsur alam langsung ke dalam arsitektur dan interior rumah.



House for a Daughter desain oleh Khuon Studio / Hiroyuki Oki


Inspirasi rumah modern dengan pohon hidup menunjukkan perubahan cara kita memandang hunian. Rumah tidak lagi menjadi batas antara manusia dan alam, melainkan ruang yang memungkinkan keduanya tumbuh bersama.


Baca juga, 10 Jenis Tanaman Pot Besar Depan Rumah Terkini!


Mengapa Pohon Indoor Menjadi Tren Desain Rumah Modern?

Dalam banyak proyek modern, pohon bahkan menggantikan elemen tradisional seperti fireplace atau televisi sebagai pusat perhatian ruang. Menghadirkan pohon hidup di dalam rumah bukan sekadar estetika, tetapi juga strategi desain yang memberikan banyak manfaat:

- Meningkatkan kualitas udara dalam ruang

- Menciptakan suasana relaksasi alami

- Memperkuat koneksi visual dengan alam

- Meningkatkan kenyamanan psikologis penghuni

- Menjadi focal point desain yang unik



House for a Daughter desain oleh Khuon Studio / Hiroyuki Oki


Konsep ini bertujuan untuk menghubungkan kembali manusia dengan alam melalui cahaya alami, material natural, sirkulasi udara, hingga kehadiran tanaman hidup di dalam ruang. Tidak lagi sekadar tanaman pot kecil, beberapa rumah modern bahkan menghadirkan pohon hidup yang tumbuh langsung di dalam bangunan sebagai bagian utama desain.

Selain meningkatkan estetika ruang, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tanaman indoor mampu meningkatkan kualitas udara, mengurangi stres, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan suasana hunian yang lebih sehat dan nyaman.


Baca juga, Tanaman Hias Menjuntai, Sentuhan Unik untuk Percantik Rumah


Berikut inspirasi 10 rumah modern di dunia yang berhasil menghadirkan pohon hidup sebagai di rumah:


1. Rumah Padang Linjong, Bali

Hunian tropis ini hadirkan pohon di ruang keluarga. Berlokasi di tengah hamparan sawah Bali, rumah bergaya brutalist tropis karya Patisandhika Sidarta dan Daniel Mitchell menghadirkan ruang terbuka berlapis dengan koneksi kuat ke alam.


 

 Tommaso Riva


Di area ruang keluarga, sebuah pohon ditanam langsung pada lantai beton, berdampingan dengan hammock santai. Elemen ini menciptakan pengalaman tinggal yang terasa seperti berada di alam terbuka meskipun berada di dalam rumah.



2. Melt House, Osaka

Rumah ramping di Jepang ini dirancang oleh SAI Architectural Design Office dengan konsep membawa taman ke dalam bangunan. Courtyard indoor di rumah ini bisa dinikmati sepanjang tahun. Sebuah courtyard dua lantai tertutup memungkinkan pohon tumbuh dalam area berkerikil di depan jendela besar, menciptakan ilusi seolah taman berada di luar ruang, meski tetap terlindungi dari cuaca ekstrem.


Norihito Yamauchi


3. Box House, Brasil

Dirancang oleh Caio Persighini Arquitetura, Box House menonjolkan perpaduan beton ekspos dan kayu cumaru hangat. Pusat perhatian rumah ini adalah pohon Jabuticaba hidup yang ditanam tepat di tengah ruang, tertanam dalam lantai beton dan dikelilingi elemen kayu alami.


Favaro Jr.




4. Fold Place, Kanada

Menghadapi musim dingin panjang di Ottawa, LineBox Studio menghadirkan taman indoor tepat di dekat pintu masuk rumah. Pohon yang tumbuh di area foyer menjadi elemen penyambut sekaligus visual alami yang dapat dinikmati dari dapur maupun ruang utama.


Erin Borg and Doublespace Photography


5. House for a Daughter, Vietnam

Hunian karya Khuon Studio di Ho Chi Minh City ini menempatkan cahaya alami dan tanaman sebagai prioritas desain. Salah satu elemen uniknya adalah pohon yang tumbuh pada bordes tangga dalam ruang void putih, menjadikan sirkulasi vertikal terasa hidup dan dinamis.


Hiroyuki Oki


6. Family House, Kyoto

Karena keterbatasan lahan di kawasan padat Kyoto, studio 07BEACH menciptakan taman vertikal di dalam rumah. Ruang utama dibuat double-height dengan skylight di atasnya, memungkinkan cahaya alami menyinari pohon indoor di tengah ruang keluarga.



Yosuke Ohtake


7. The Greenary, Italia

Dirancang oleh Carlo Ratti Associati, rumah ini dibangun mengelilingi pohon ficus setinggi 10 meter yang berusia 60 tahun. Dinding kaca besar memungkinkan cahaya masuk optimal, sementara teknologi rumah pintar menjaga suhu dan kelembapan agar manusia dan pohon dapat hidup berdampingan secara harmonis.



Delfino Sisto Legnani and Alessandro Saletta from DSL Studio


8. Estúdio Elã, Brasil

Untuk pameran desain Casa Cor Rio 2019, Natália Lemos dan Paula Pupo merancang apartemen modern dengan pendekatan artistik. Sebuah pohon jabuticabeira ditanam di ujung kitchen island, menjadikan dapur sebagai ruang hidup yang segar dan tidak konvensional.



Denilson Machado of MCA Estúdio


9. Casa Cachalotes, Peru

Rumah keluarga karya Oscar Gonzalez Moix di Lima menghadirkan taman indoor dalam ruang tamu double-height. Skylight besar memastikan tanaman dan pohon mendapatkan sinar matahari sepanjang hari, menciptakan atmosfer alami di dalam rumah urban.



Juan Solano Ojasi


10. House with a Margin, Jepang

Hunian pribadi karya yukawa design lab berfokus pada cahaya, angin, dan aktivitas keluarga. Atrium tengah dengan dinding kaca tinggi memungkinkan pohon tumbuh hingga lantai dua, sehingga elemen alam dapat terlihat dari hampir seluruh ruang interior.


Yohei Sasakura



Sumber foto teaser: Hiroyuki Oki