Sejak dulu, seni selalu menjadi cara bagi menarik untuk mengekspresikan ide, emosi, dan imajinasi. Melalui karya seni, seniman tidak hanya menggambarkan realitas, tetapi juga menyampaikan pengalaman batin dan imajinasi yang lebih dalam. Di antara banyak aliran seni yang berkembang, Surealisme menjadi salah satu aliran seni yang paling berani dalam mengeksplorasi ide, emosi, dan imajinasi, menciptakan karya seni yang terasa unik, simbolis, dan penuh makna.

Surealisme muncul pada awal abad ke-20 yang menantang realitas tradisional. Alih-alih melukis dunia sebagaimana adanya, para seniman Surealisme seringkali menggambarkan dunia sebagaimana apa yang dirasakan, dibayangkan, atau diimajinasikan.

Berikut ini, CASA sudah merangkum beberapa lukisan Surealisme paling terkenal di dunia dan makna di balik karya-karya tersebut, sekaligus mengenal lebih jauh tentang pengertian Surealisme. Simak selengkapnya!


Pengertian Surealisme


The Disintegration of the Persistence of Memory (1954) - Salvador Dali / dalipaintings.com


Surealisme adalah aliran seni yang muncul pada awal abad ke-20, tepatnya pada tahun 1920-an di Paris, Prancis. Aliran seni ini secara resmi diperkenalkan oleh penulis dan penyair Prancis, André Breton, dalam tulisannya yang berjudul Surrealist Manifesto (1924). Dalam tulisan tersebut, Breton mendefinisikan Surealisme sebagai cara mengekspresikan pemikiran, ide, dan imajinasi secara bebas tanpa terikat aturan seni tradisional maupun realitas logis.

Aliran ini juga banyak dipengaruhi oleh teori psikoanalisis dari Sigmund Freud, khususnya gagasan tentang mimpi dan alam bawah sadar sebagai sumber kreativitas. Sederhananya, Surealisme dapat dipahami sebagai adalah aliran seni yang menggabungkan realitas dengan imajinasi, menciptakan visual yang terasa unik, simbolis, menarik, dan penuh makna.


6 Contoh Lukisan Surealisme yang Paling Terkenal Di Dunia

1. The Persistence of Memory (1931) - Salvador Dali


dalipaintings.com


Ini adalah salah satu lukisan Surealisme paling ikonik dan terkenal di dunia, “The Persistence of Memory” karya Salvador Dali, yang dibuat pada tahun 1931. Lukisan ini menampilkan jam-jam dengan bentuk yang tidak biasa dan tampak seolah meleleh di sebuah lanskap tandus dengan latar pegunungan berbatu dan suasana sunyi, yang disebut dunia mimpi.

Secara makna, jam-jam yang tampak seolah meleleh tersebut sering diinterpretasikan sebagai simbol waktu yang bersifat cair di dalam mimpi dan ingatan manusia. Melalui karya ini, Salvador Dali menggambarkan gagasan bahwa waktu bukanlah sesuatu yang kaku, tetapi dapat berubah sesuai persepsi dan pengalaman masing-masing individu.


Baca juga: Penuh Ekspresi, Ini 6 Lukisan Aliran Ekspresionis Populer!


2. The Elephants (1948) - Salvador Dali


wikiart.org


“The Elephants” merupakan salah satu mahakarya Surealisme dari Salvador Dali yang dibuat pada tahun 1948. Dalam lukisan ini, Dali menggambarkan dua gajah bertubuh besar dengan kaki yang sangat panjang, ramping, dan tampak rapuh. Kontras antara tubuh gajah yang berat dan kaki yang kecil menciptakan kesan tidak realistis sekaligus penuh makna simbolis.

Secara makna, bentuk kaki tersebut dipahami sebagai simbol ketikdakseimbangan yang menggambarkan bagaimana sesuatu yang tampak kuat sebenarnya bisa saja berdiri di atas fondasi yang tidak stabil. Visual yang unik ini mencerminkan cara Salvador Dali dalam mengeksplorasi dunia mimpi dan imajinasi untuk menyampaikan gagasan dan emosi melalui karya seni.


3. The Lovers (1928) - Rene Magritte


renemagritte.org


Sesuai dengan judulnya, dalam lukisan “The Lovers” karya Rene Magritte menampilkan sepasang kekasih yang tampak sedang berciuman dengan wajah yang tertutup kain. Dalam lukisan ini, sang pria berada dalam posisi yang tampak dominan dengan bahunya sedikit miring, sedangkan sang wanita tampak menengadahkan sedikit kepalanya ke arah pria itu. Meski secara visual lukisan ini tampak romantis, tetapi jika Anda perhatikan, lukisan ini juga menghadirkan nuansa misterius dan sedikit tidak nyaman. Kontras inilah yang menjadi kunci makna lukisan Surealisme karya Rene Magritte ini.

Banyak penikmat seni menafsirkan bahwa kain penutup di kedua wajah sepasang kekasih ini adalah simbol ketidakmampuan manusia untuk benar-benar memahami dan mengenal satu sama lain. Meskipun terlihat dekat secara fisik maupun emosional, selalu ada batas psikologis yang membuat setiap individu tetap terpisah. Melalui karya ini, Rene Magritte ingin mengeksplorasi gagasan bahwa realitas yang terlihat tidak selalu mencerminkan kebenaran yang sebenarnya.


Baca juga: Dramatis, Ini 5 Contoh Lukisan Aliran Romantisme Populer! 


4. The Son of Man (1964) - Rene Magritte


renemagritte.org


“The Son of Man” merupakan salah satu karya ikonik dan paling terkenal lainnya dari pelukis Surealisme Belgia, Rene Magritte, yang dibuat pada tahun 1964. Lukisan Surealisme ini menampilkan sosok seorang pria misterius mengenakan jas hitam dan topi bowler, dengan wajah yang hampir sepenuhnya tertutupi oleh sebuah apel hijau.

Menurut maknanya, apel yang menutupi wajah sang pria itu diinterpretasikan sebagai simbol keterbatasan manusia. Pada dasarnya, manusia selalu ingin melihat sesuatu yang tersembunyi, tetapi pada saat yang sama selalu ada bagian dari realitas yang tidak dapat sepenuhnya diketahui. Sederhananya, segala sesuatu yang kita lihat selalu menyembunyikan sesuatu yang lain, dan manusia secara alamiah memiliki rasa ingin tahu terhadap apa yang tersembunyi tersebut.


Baca juga: 5 Lukisan Karya Affandi Paling Terkenal, Sudah Mendunia! 


5. The Treachery of Images (1929) - Rene Magritte


renemagritte.org

"The Treachery of Images" juga merupakan salah satu lukisan Surealisme paling terkenal karya Rene Magritte. Lukisan ini menampilkan gambar sebuah pipa cerutu berwarna cokelat yang terlihat sangat realistis, disertai dengan tulisan dalam bahasa Prancis di bawahnya, “Ceci n’est pas une pipe”, yang berarti “Ini bukan sebuah pipa.”

Tulisan tersebut jelas kontradiktif dengan gambar yang terlihat. Namun, justru di situlah letak makna utama dari lukisan ini. Melalui karya ini, Rene Magritte ingin menegaskan bahwa lukisan tersebut bukanlah objek nyata, melainkan hanya representasi atau gambar dari sebuah pipa cerutu. Dengan kata lain, gambar dan realitas adalah dua hal yang berbeda.

Karya seni ini mengeksplorasi hubungan antara bahasa, persepsi, dan realitas, serta bagaimana cara manusia memahami dunia visual. Magritte menunjukkan bahwa sebuah gambar tidak pernah sama dengan benda aslinya, sehingga apa yang kita lihat seringkali hanya sebuah simbol atau representasi, bukan realitas itu sendiri.


6. Galatea of the Spheres (1952) - Salvador Dali


dalipaintings.com


“Galatea of the Spheres” merupakan karya penting dari Salvador Dali yang menandai fase perkembangan artistiknya ketika ia mulai menggabungkan Surealisme dengan sains modern, khususnya teori atom. Melalui karya ini, Dali mengeksplorasi gagasan bahwa segala sesuatu di alam semesta sebenarnya tersusun dari partikel-partikel kecil yang tidak benar-benar saling bersentuhan.

Jika Anda perhatikan, lukisan ini menampilkan potret wajah istrinya, Gala, yang tersusun dari bola-bola kecil melayang di ruang kosong, membentuk wajah sang istri secara utuh meskipun tiap bola-bola kecil tidak saling bersentuhan secara fisik. Melalui lukisan ini, Dali menggambarkan manusia sebagai bagian dari alam semesta yang tersusun dari partikel-partikel kecil. Wajah Gala tampak tetap harmonis meski dibuat dari bola-bola kecil yang tidak saling menyatu, yang sering diinterpretasikan sebagai simbol keseimbangan, keteraturan, dan keindahan yang sempurna.




Baca juga: Makna di Balik 7 Lukisan Leonardo da Vinci Paling Terkenal! 



Time Transfixed (1938) - Rene Magritte / renemagritte.org


Itulah enam contoh lukisan Surealisme yang paling terkenal di dunia. Surealisme adalah aliran seni yang menggabungkan realitas dengan imajinasi, menciptakan visual yang terasa unik, simbolis, menarik, dan penuh makna. Melalui pendekatan yang tidak biasa, para seniman Surealis mengajak kita melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, dengan menegaskan bahwa apa yang kita lihat belum tentu mencerminkan kenyataan yang sesungguhnya.