Tahukah Anda bahwa meskipun ukuran ruang tamu Anda kecil, kesalahan dalam memilih furniture, pencahayaan, atau tata letak bisa membuatnya terasa jauh lebih sempit daripada sebenarnya? Banyak orang percaya ruang kecil hanya soal ukuran fisik, tetapi dimensi juga dengan visual yang ketika mata bergerak dan bagaimana elemen interior diposisikan memainkan peran besar dalam persepsi ruang.


Bagi para desainer interior profesional menunjukkan bahwa ruang yang kecil bisa tampak lapang dan nyaman dengan strategi penataan yang cermat? Sebaliknya, beberapa keputusan yang tampaknya logis, seperti mendorong semua furniture ke dinding atau hanya mengandalkan satu sumber cahaya, justru bisa menghadirkan ilusi ruang yang lebih sempit. Ini bukan hanya soal ukuran, tetapi cara Anda mengisi, menerangi, dan mengatur ruang tersebut.



7 Desain Ruang Tamu Kecil Bisa Terasa Lebih Luas


1. Mengabaikan Ruang Vertikal: Mata Tidak ‘Naik’


Relixiy - Home Decor


Salah satu kesalahan paling umum di ruang tamu kecil adalah mengabaikan dimensi vertikal ruang. Ketika Anda hanya fokus pada lantai, mata cenderung berkonsentrasi di level rendah sehingga ruang terasa boxed-in dan lebih sempit dari ukuran sebenarnya.


Desainer menekankan pentingnya memanfaatkan ruang dinding dan area tinggi, misalnya dengan memasang gorden dekat langit-langit, rak tinggi, atau dekorasi vertikal yang menarik pandangan ke atas. Ini membantu menciptakan ilusi langit-langit yang lebih tinggi dan ruang yang lebih luas, sekaligus memberi peluang tambahan untuk penyimpanan atau display dekoratif.


2. Mengandalkan Satu Sumber Pencahayaan


liootrlamp


Teknik pencahayaan yang tidak tepat juga membuat ruang kecil terasa lebih sempit dan kurang menarik. Banyak orang hanya mengandalkan satu lampu overhead untuk keseluruhan ruang, padahal pencahayaan tunggal bisa membuat sudut dan permukaan tampak datar serta ruang terkesan gelap.


Model pencahayaan yang ideal untuk ruang kecil adalah pencahayaan bertingkat. Kombinasi lampu lantai, lampu meja, dan lampu dinding serta sumber cahaya alami dapat menciptakan kedalaman visual, meningkatkan iluminasi di setiap sudut, serta membuat ruangan terasa lebih cerah dan luas.


3. Furniture Terlalu Besar atau Tidak Proporsional


Domino Magazine


“Elephant in the room” merupakan istilah yang kerap digunakan oleh beberapa desainer menggambarkan sofa besar atau sectional yang terlalu besar untuk ruang kecil. Sebuah furniture yang terlalu besar akan segera mendominasi ruang, mengurangi area bebas, dan membuat sirkulasi terasa terbatas.


Pilihlah sofa dan kursi yang berproporsi dengan ukuran ruangan, serta ukur sebelum membeli untuk memastikan bahwa furniture tersebut tidak membuat area jadi terasa sesak. Bahkan sofa kompak yang tepat bisa memberi kenyamanan tanpa mengorbankan ruang visual.


Baca juga 5 Tips Memilih Keramik Dinding Ruang Tamu yang Tepat


4. Furniture yang Hanya Berfungsi Satu Tujuan


Reika Minami


Furniture yang hanya memiliki satu fungsi dapat menjadi kurang efisien di ruang kecil. Misalnya, coffee table besar tanpa ruang penyimpanan membuat lantai tampak penuh tanpa memberikan manfaat tambahan.


Desainer menyarankan untuk memilih furniture yang multi-fungsi, seperti meja kopi dengan rak bawah, ottoman penyimpanan, atau rak media built-in. Ini tidak hanya mengurangi jumlah benda di ruang, tetapi juga membantu mengorganisir barang tanpa memadati ruangan.


5. Menghindari Statement Pieces Merupakan Hal yang Salah Besar




Chelsea Clarke | Digital Real Estate


Banyak orang berpikir ruang kecil harus sederhana dan netral tanpa elemen mencolok, tetapi pendekatan ini ternyata bisa membuat ruang terasa datar dan membosankan.


Justru satu atau dua statement piece seperti karya seni besar, bantal bertekstur menarik, atau lampu gantung unik bisa menjadi titik fokus yang menciptakan “kedalaman dekoratif”. Perhatian visual pada objek menonjol bisa membuat mata menjelajah ruang secara dinamis, memberi kesan ruang yang lebih hidup dan lebih besar.


6. Menghindari Warna Gelap dan Pola Sama Sekali


My Inspo!


Ada mitos bahwa ruang kecil hanya cocok dengan warna terang. Padahal para desainer menjelaskan bahwa baikk gelap maupun terang dapat bekerja, asalkan dipadukan dengan strategi dekor lain yang tepat.


Warna gelap bisa memberi kedalaman visual jika dikontraskan dengan furnitur atau aksen terang. Sementara warna terang membantu memantulkan cahaya, membuat ruang terasa lebih terbuka. Intinya bukan hanya memilih warna tertentu, tetapi menggabungkannya dengan elemen dekor lain untuk keseimbangan visual.


Baca juga Ampuh! Tips Memilih Model Gorden Ruang Tamu Sempit


7. Menekan Furniture Tepat di Dinding Juga Bukan Selalu Solusi


Leibal


Insting banyak orang adalah mendorong furniture ke dinding untuk membuka ruang tengah. Namun para desainer menyarankan justru mengambangkan furniture sedikit ke dalam ruangan, menciptakan jalur sirkulasi yang lebih baik dan memberi kesan ruang yang lebih ‘bernapas’.


Menempatkan sofa sedikit dari dinding juga dapat membantu membentuk area percakapan yang lebih komunal dan nyaman, sehingga ruang kecil terasa lebih hangat dan fungsional. Selama jalur antar furniture tetap jelas, ruangan tidak akan terasa sesak.


Tips Tambahan dari Tren Desain Ruang Kecil


Amalie Nielsen


Selain saran di artikel utama, sumber lain juga menunjukkan pentingnya:

- Menjaga area lantai tetap ‘bersih’ tanpa terlalu banyak permukaan berbeda, misalnya dengan satu area rug yang cukup besar sehingga mata dapat bergerak bebas.

- Memperhatikan cahaya alami dengan tirai yang jatuh dari atas ke bawah menciptakan ilusi tinggi langit-langit visual.

- Menghindari perubahan material yang terlalu sering di lantai, karena garis visual yang tidak konsisten dapat membuat ruang terasa terfragmentasi dan lebih kecil.


Baca juga 6 Hal yang Membuat Tampilan Ruang Tamu Terlihat Sempit



Zirhan Mu'ad


Ruang tamu yang kecil bukan berarti harus terasa sempit dan membatasi. Dengan memahami kesalahan yang sering terjadi seperti furniture yang terlalu besar, pencahayaan yang kurang berlapis, atau desain yang terlalu statis. Anda bisa mengubahnya menjadi ruang yang terasa lebih lapang, nyaman, dan bernilai visual tinggi.


Kunci utamanya adalah memanfaatkan vertikalitas, pencahayaan, proporsi furniture, serta elemen dekor yang cerdas dan seimbang. Pendekatan ini tidak hanya membuat ruang kecil terasa lebih besar, tetapi juga memberikan kepribadian dan kehangatan yang membuatnya ideal untuk berkumpul, bersantai, dan dinikmati setiap hari.


Sumber Teaser oleh Alias Rm