Furnitur dengan material tradisional yang menampilkan desain unik khas budaya Indonesia, dapat dijadikan pilihan dalam mengisi rumah. Material tradisional yang digunakan memancarkan nilai estetika yang tidak biasa.




Desain tradisional yang mengingat kembali nilai-nilai budaya Indonesia dihadirkan oleh brand AlvinT. Berlokasi di Indonesia Design District (IDD), Jakarta Utara, AlvinT memamerkan koleksi-koleksinya tersebut dalam ruang ritel yang dikemas seperti galeri.




Galeri ini berupaya untuk memberikan suasana yang menawarkan perspektif baru dalam melihat, juga memahami nilai budaya seseorang melalui desain-desain yang ditampilkan.



                                                                                                                             Alvin Tjitrowirjo (founder AlvinT)

“Ada keterputusan budaya tradisional kita dengan desain modern yang sedang berlangsung. Kami senang menantang klasifikasi tersebut dan mengeksplorasi alternatif di antara keduanya,”- Alvin Tjitrowirjo selaku founder AlvinT



Sebagai simbolis peresmian galeri furnitur dengan budaya tradisional ini, AlvinT mempersembahkan pameran bernuansa People Place Culture. Tema ini diangkat untuk menjadi perhatian penuh dalam merefleksikan kerajinan dan proses produksinya.




Melalui pemeran ini, AlvinT ingin menunjukkan hubungan erat antara manusia dengan lingkungannya dalam suatu tempat, yang membentuk suatu budaya asalnya. Ambience yang ditawarkan dalam pameran membawa pengunjung dalam penemuan jati diri yang transformatif. 






Menghadirkan tiga section dalam galeri, di antaranya Dahan, Ndare, dan On Rattan. Dahan adalah sejenis bangku dengan aksen pahatan rotan yang melambangkan pentingnya asal-usul material, serta signifikansinya dalam proses pembuatan. Dahan memberikan perspektif tentang makna dalam penciptaan dan konsumsi mengenai identitas, serta nilai-nilai budaya.




Ndare yakni koleksi furnitur yang berkolaborasi bersama Handep, brand terkemuka yang bekerja dengan pengrajin asli seperti halnya koleksi Ndare yang diproduksi oleh penenun asli Dayak. Koleksi ini meluncurkan furnitur berupa cermin, stool, lampu, dan kursi. Tak hanya kegunaannya, koleksi Ndare ini menyatukan tujuan dan kreativitasnya.




On Rattan merupakan pameran multisensori terhadap material rotan yang berkolaborasi dengan SARAS (Sustainable Rattan Supplier). Brand asal Kalimantan Tengah ini, menjadi pemasok rotan berkelanjutan pertama di Indonesia hingga global. Pameran tersebut menampilkan pentingnya praktik pertanian rotan yang berkelanjutan, dalam permasalahan industri eksploitasi alam dan petani lokal.





Sumber foto: AlvinT