Dunia arsitektur kembali mendapat penghormatan melalui sebuah karya yang tidak biasa. LEGO menghadirkan replika Sagrada Familia, basilika ikonik di Barcelona, Spanyol, yang dirancang oleh arsitek legendaris Antoni Gaudí. Bukan sekadar miniatur bangunan, koleksi LEGO Architecture ini menerjemahkan kompleksitas arsitektur monumental ke dalam ribuan keping balok yang disusun secara presisi. Kehadirannya juga menjadi bentuk penghormatan untuk memperingati 100 tahun wafatnya Gaudí pada 2026.

 


 

Menariknya, proyek ini menghadirkan tantangan tersendiri karena Sagrada Familia dikenal memiliki bentuk arsitektur yang tidak konvensional, mulai dari menara menjulang, fasad penuh ornamen, hingga struktur interior yang terinspirasi dari alam. LEGO menerjemahkan karakter tersebut menjadi model koleksi dengan 12.060 keping. Lantas, seperti apa detail replika yang menggabungkan dunia konstruksi, desain, dan kreativitas ini?


Baca juga, Koleksi Baru LEGO Botanical Collection, Unik!


 

 


5 Keistimewaan LEGO Sagrada Familia yang Menarik Disimak

1. Penghormatan untuk Warisan Arsitektur Antoni Gaudí

Set LEGO Sagrada Familia dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan Antoni Gaudí, arsitek yang mengambil alih proyek basilika tersebut pada 1883 dan mengembangkannya menjadi karya arsitektur yang sangat khas. Gaudí menggabungkan pengaruh arsitektur Gotik dan Bizantium dengan eksplorasi bentuk geometris serta inspirasi dari alam.




Perancang LEGO Architecture, Rok Žgalin Kobe, menyebut proses penerjemahan bangunan ini sebagai tanggung jawab besar karena model harus tetap menghormati visi arsitektur aslinya. Dengan demikian, replika tersebut bukan hanya objek koleksi, tetapi juga medium untuk mengenalkan pemikiran seorang arsitek melalui pengalaman merakit.


 


2. Terdiri dari 12.060 Keping dengan Skala Kolosal

Salah satu daya tarik utama koleksi ini adalah jumlah komponennya yang mencapai 12.060 keping, menjadikannya set bangunan LEGO terbesar berdasarkan jumlah keping saat diumumkan. Setelah dirakit, model memiliki tinggi sekitar 62 cm, lebar 47 cm, dan kedalaman 39 cm.




Proporsi tersebut membuat miniatur ini tampil sebagai objek pajangan berskala besar, bukan sekadar model kecil untuk dimainkan. Kompleksitas penyusunannya juga menuntut ketelitian dalam mengidentifikasi bentuk, posisi, dan hubungan antarkomponen. LEGO menetapkan set ini untuk perakit berusia 18 tahun ke atas, sehingga pengalaman merakitnya memang ditujukan sebagai aktivitas kreatif yang menantang bagi kalangan dewasa.


 


3. Menghadirkan Detail Fasad dan Menara Ikonik

Keistimewaan lainnya terlihat pada penerjemahan elemen arsitektur Sagrada Familia ke dalam susunan balok. Model ini menampilkan fasad Kelahiran Yesus atau Nativity, fasad Penderitaan atau Passion, serta fasad Kemuliaan atau Glory. Ketiganya memiliki karakter visual berbeda yang mencerminkan narasi dan pendekatan artistik pada bangunan aslinya.




Selain itu, enam menara utama turut menjadi bagian penting dari komposisi vertikal replika. Susunan menara, puncak dekoratif, dan detail ornamen dibuat untuk mempertahankan siluet khas basilika. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana elemen arsitektur yang rumit dapat diterjemahkan melalui modul-modul geometris berukuran kecil.




 


4. Proses Perakitan Mengikuti Urutan Konstruksi Asli

Tidak hanya meniru tampilan luar, LEGO juga menyusun pengalaman perakitan berdasarkan tahapan pembangunan Sagrada Familia. Prosesnya dimulai dari bagian apse dan ruang bawah tanah, kemudian berlanjut ke fasad Kelahiran Yesus, fasad Penderitaan, bagian nave atau ruang utama gereja, hingga sakristi dan menara. Tahap akhir mencakup penyelesaian fasad Kemuliaan.




Pendekatan kronologis ini memberikan pengalaman yang lebih edukatif karena perakit dapat memahami hubungan antarelemen bangunan secara bertahap. Model juga memperlihatkan bahwa sebuah karya arsitektur monumental tidak terbentuk sekaligus, melainkan melalui proses konstruksi panjang yang melibatkan perencanaan, pengembangan desain, dan penyelesaian berbagai bagian secara berurutan.


 


5. Efek Kaca Patri Menambah Daya Tarik Visual

Salah satu detail yang membuat replika ini semakin menarik adalah efek kaca patri pada bagian jendelanya. Elemen tersebut dirancang untuk mengingatkan pada permainan cahaya berwarna yang menjadi karakter interior Sagrada Familia. Dalam arsitektur aslinya, pencahayaan alami memiliki peran penting dalam membentuk suasana ruang melalui pantulan dan penyaringan cahaya dari bidang kaca.




LEGO menerjemahkan karakter visual tersebut menggunakan komponen transparan berwarna, sehingga model tidak hanya menonjolkan bentuk struktural, tetapi juga aspek atmosferik bangunan. Setelah selesai dirakit, keseluruhan model dapat dipajang dari berbagai sudut sebagai objek dekoratif yang memperlihatkan detail arsitektur sekaligus ketelitian proses pembuatannya.


 





Ketika Arsitektur Bertemu Kreativitas LEGO

Kehadiran LEGO Sagrada Familia membuktikan bahwa karya arsitektur dapat diapresiasi melalui berbagai medium, termasuk permainan konstruksi. Dengan 12.060 keping, detail fasad, enam menara, serta proses perakitan yang mengikuti urutan pembangunan aslinya, koleksi ini menawarkan pengalaman lebih dari sekadar menyusun balok.




Bagi pencinta arsitektur, desain, maupun koleksi unik, replika tersebut menjadi cara menarik untuk mengenal warisan Antoni Gaudí dari perspektif berbeda. Set ini mulai tersedia secara global pada 1 November 2026 dan dapat menjadi salah satu koleksi arsitektur paling mencolok bagi penggemar LEGO dewasa.


Sumber: lego.com