Di tengah dominasi layar sentuh dan gesture serba instan, iKKo justru memperkenalkan pendekatan yang lebih taktil dan reflektif lewat MindOne. Perangkat ini hadir sebagai smartphone berukuran kartu yang mengajak pengguna, terutama para desainer dan kreator, kembali merasakan pengalaman mengetik fisik yang lebih sadar dan presisi.


Smartphone berukuran kartu


MindOne bukan sekadar ponsel kecil. Ia dirancang sebagai perangkat modular yang berpusat pada keyboard fisik, sebuah elemen yang selama ini perlahan menghilang dari ekosistem smartphone modern. Keyboard case yang dapat dipasang secara magnetik mengubah perangkat ini menjadi alat kerja saku, menyerupai laptop genggam yang fokus pada produksi ide, bukan konsumsi konten.


Baca juga, Koper yang Bisa Dilacak, Travelling Jadi Tenang


Keyboard tersebut mengusung tata letak QWERTY penuh dengan tombol-tombol terpisah dan sedikit menonjol. Setiap tombol memiliki permukaan miring yang dirancang secara ergonomis, memungkinkan pengguna mengetik tanpa harus terus menatap layar. Bagi desainer yang terbiasa menulis konsep, mencatat ide spontan, atau merangkai brief di tengah mobilitas, pendekatan ini menawarkan ritme kerja yang lebih intim dan terkontrol.


Pilihan warna


Secara pengalaman, MindOne terasa lebih dekat dengan alat tulis digital dibandingkan smartphone konvensional. Aktivitas seperti menulis catatan panjang, menyusun pesan, atau mengolah teks menjadi lebih natural, seolah perangkat ini memang diciptakan untuk berpikir dan bekerja, bukan sekadar mengetuk layar.


Kehadiran port untuk menghargai keberlanjutan perangkat lama


Keyboard case juga menyimpan baterai internal 500 mAh yang berfungsi sebagai cadangan daya, sekaligus menghadirkan kembali jack audio 3,5 mm. Kehadiran port ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga sinyal desain yang menghargai keberlanjutan perangkat lama dan pengalaman audio yang stabil, sesuatu yang sering diapresiasi oleh para kreator.




Keyboard case juga menyimpan baterai internal 500 mAh


Dari sisi bentuk, MindOne memiliki dimensi yang sangat ringkas, hanya 86 × 72 mm dengan ketebalan 8,9 mm. Layarnya menggunakan panel AMOLED yang dilindungi sapphire glass berkekuatan 9H, memberikan kesan premium sekaligus tahan pakai. Material ini dirancang dengan tepi melengkung presisi untuk meningkatkan daya tahan terhadap goresan dan benturan, mengurangi kebutuhan aksesori tambahan seperti screen protector.


Baca juga, Wajib Punya! 7 Perangkat Smart Home Buat Hidup Lebih Praktis


Perangkat ini berjalan di Android 15 dengan iKKO AI OS dan dukungan NovaLink untuk berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan, mulai dari terjemahan real-time, pencatatan suara, ringkasan otomatis, hingga asisten AI. Ketika dipadukan dengan keyboard fisik, fitur-fitur ini menegaskan posisi MindOne sebagai alat produktivitas saku yang dirancang untuk alur kerja kreatif.


MindOne dibekali kamera flip 50 MP buatan Sony


Untuk kebutuhan visual, MindOne dibekali kamera flip 50 MP buatan Sony dengan sensor besar, optical image stabilization, dan aperture F1.88. Kamera ini dapat diputar menghadap ke depan maupun belakang dan dikunci di berbagai sudut, memberikan fleksibilitas bagi desainer yang mendokumentasikan proses, merekam referensi visual, atau melakukan video call dengan kualitas tinggi tanpa harus berganti kamera.


Baca juga, Smart Living Tidak Hanya Soal Gadget!


MindOne dijadwalkan mulai tersedia pada 8 Februari 2026, lengkap dengan keyboard magnetiknya. Lebih dari sekadar perangkat teknologi, MindOne menjadi studi desain tentang bagaimana ukuran, fungsi, dan pengalaman taktil dapat diramu ulang untuk mendukung cara berpikir kreatif. Di tengah smartphone yang semakin homogen, perangkat ini menawarkan perspektif berbeda, teknologi yang mengundang pengguna untuk kembali melambat, fokus, dan benar-benar berinteraksi dengan alat kerjanya.


Sumber foto teaser: iKKo