Berjalan-jalan di kawasan Kota Tua Jakarta tidak lengkap rasanya tanpa mengunjungi museum yang menyimpan cerita panjang tentang perkembangan seni dan sejarah kota. Salah satunya adalah museum seni rupa dan keramik yang berada di Jalan Pos Kota No. 2, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. 


Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta menempati bangunan bergaya Eropa Empire atau Neoklasik yang menjadi salah satu bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua. 





dinas kebudayaan dki jakarta


bangunan yang kini menjadi museum seni rupa dan keramik ini didirikan pada 1866–1870 dan awalnya digunakan sebagai raad van justitie binnen het casteel batavia atau lembaga peradilan pada masa hindia belanda. seiring waktu, bangunan mengalami beberapa kali perubahan fungsi hingga akhirnya menjadi museum. 


perjalanan panjang tersebut menjadi bagian penting dari sejarah museum seni rupa dan keramik yang menarik untuk diketahui sebelum melihat koleksinya. saat ini, museum seni rupa dan keramik menyimpan berbagai karya seni rupa dan keramik dari indonesia maupun mancanegara. 



museum ini juga dapat menjadi destinasi wisata budaya bagi pencinta seni, keluarga, maupun pengunjung yang ingin mengenal sejarah seni rupa indonesia.


bagi yang ingin berkunjung, jam buka museum seni rupa dan keramik adalah selasa hingga minggu pukul 09.00–15.00 wib. museum tutup setiap senin dan hari libur nasional.


sejarah gedung: dari balai seni rupa hingga museum seni rupa dan keramik


sejarah museum seni rupa dan keramik bermula jauh sebelum bangunan ini digunakan untuk memamerkan karya seni. gedungnya dibangun pada 1866–1870 dengan gaya arsitektur eropa empire atau neoklasik. 


pada awalnya, bangunan tersebut digunakan sebagai raad van justitie binnen het casteel batavia, yaitu kantor pengadilan pada masa pemerintahan hindia belanda. setelah masa hindia belanda berakhir, fungsi gedung kembali berubah. 



tia agnes


pada masa pendudukan jepang hingga periode perjuangan kemerdekaan, bangunan digunakan sebagai fasilitas militer. setelah indonesia merdeka, gedung tersebut sempat digunakan sebagai gudang logistik tni.


perubahan fungsi kembali terjadi pada 1970–1973 ketika bangunan digunakan sebagai kantor walikota jakarta barat. pada 1974, gedung kemudian menjadi kantor dinas museum dan sejarah dki jakarta. 


setahun berikutnya, bangunan mulai dipersiapkan untuk menjadi ruang yang berkaitan dengan seni.



mitra museum jakarta


pada 20 agustus 1976, gedung ini diresmikan sebagai balai seni rupa oleh presiden soeharto atas gagasan wakil presiden adam malik. peresmian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah museum seni rupa dan keramik karena bangunan mulai difungsikan sebagai tempat apresiasi seni rupa.


baca juga: seru! bermain di museum seni & desain kontemporer untuk anak


tidak berhenti di sana, pada 10 juni 1977 bagian sayap gedung diresmikan sebagai museum keramik oleh gubernur dki jakarta ali sadikin. koleksi awalnya antara lain berasal dari hibah adam malik dan himpunan keramik indonesia.



expedia


kemudian pada 1990, balai seni rupa dan museum keramik digabungkan menjadi museum seni rupa dan keramik. sejak saat itu, museum seni rupa dan keramik menjadi tempat yang mempertemukan koleksi seni rupa dengan berbagai koleksi keramik dalam satu bangunan bersejarah.




koleksi museum seni rupa dan keramik


expedia 


koleksi museum seni rupa dan keramik menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung. pada bagian seni rupa, museum memiliki sekitar 450 lukisan dan sketsa yang berasal dari berbagai periode perkembangan seni indonesia. 


selain lukisan dan sketsa, terdapat pula koleksi patung, totem, serta karya seni dengan beragam media. koleksi tersebut menghadirkan karya dari sejumlah perupa indonesia, seperti hendra gunawan, henk ngantung, s. sudjojono, agus djaya, dan djoni trisno. 



mitra museum jakarta


beberapa karya yang menarik perhatian antara lain lukisan bupati cianjur karya raden saleh, dewi karya agus djaya, pengantin revolusi karya hendra gunawan, serta prambanan/seko karya s. sudjojono.


koleksi museum seni rupa dan keramik juga memiliki sejumlah karya yang telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya. keberadaan karya-karya tersebut memperlihatkan bagaimana seni rupa dapat menjadi bagian dari rekaman perjalanan sejarah indonesia.



mitra museum jakarta


selain lukisan dan patung, terdapat pula koleksi sketsa yang memperlihatkan berbagai objek dan suasana dari masa tertentu. koleksi ini memberikan gambaran mengenai perkembangan seni sekaligus menjadi catatan visual tentang lingkungan dan kehidupan masyarakat pada masanya. 


sementara itu, bagian keramik menyimpan sekitar 5.000 koleksi keramik nusantara dan benda muatan kapal tenggelam. koleksi keramik tersebut memiliki bentuk yang beragam, mulai dari piring, mangkuk, cawan, kendi, vas, hingga berbagai benda keramik lainnya.



mitra museum jakarta


menariknya, koleksi museum seni rupa dan keramik tidak hanya berasal dari indonesia. museum juga menyimpan keramik dari sejumlah wilayah asia dan eropa, termasuk benda yang berkaitan dengan dinasti ming, yuan, qing, jepang, thailand, dan vietnam. 


dari indonesia, koleksinya berasal dari berbagai daerah dan sentra keramik, seperti bali, bandung, jakarta, kasongan, lombok, hingga peninggalan majapahit.



mitra museum jakarta


keragaman koleksi tersebut membuat museum seni rupa dan keramik tidak hanya menjadi tempat untuk melihat karya seni, tetapi juga ruang untuk memahami perkembangan budaya dan hubungan antardaerah maupun antarnegara.


pengunjung dapat melihat bagaimana seni rupa berkembang dalam berbagai periode sekaligus mengenal keramik sebagai bagian dari kehidupan dan sejarah perdagangan.



Mitra Museum Jakarta


Dengan bangunan yang memiliki perjalanan panjang serta koleksi yang beragam, Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta menjadi salah satu destinasi budaya yang menarik untuk dikunjungi di kawasan Kota Tua.