Boonserm Premthada dan gagasan "Local Is Future" mengatakan bahwa arsitektur adalah tentang hubungan dengan alam, material, hewan, dan komunitas. Ia berasal dan tumbuh di Thailand pada tahun 2003, ia mendirikan Bangkok Project Studio dengan menggunakan pendekatan yang berpusat pada konteks lokal.
melalui prinsip "local is future", premthada percaya bahwa arsitektur harus memahami apa yang sudah ada di sebuah tempat sebelum membuat solusi baru. mereka harus tahu tentang material, keterampilan masyarakat, dan lingkungan.
elephant chapel 2025, instalasi yang menghadirkan gajah ke ruang pamer
elephant chapel 2025, sebuah tempat di surin, thailand, yang mengangkat hubungan antara manusia dan gajah, menggambarkan gagasan tersebut. selama berabad-abad, gajah telah menjadi bagian dari masyarakat, bahkan dalam beberapa situasi di mana mereka tinggal bersama manusia.
melalui karya ini, premthada mempertanyakan kembali alasan mengapa manusia selalu menjadi pusat arsitektur. gajah dapat menjadi bagian dari desain dan pemahaman ruang.
hubungan antara bangunan dan lingkungan ditunjukkan oleh konstruksi permanen goya tower yang dibangun pada tahun 2026. premthada percaya bahwa arsitektur merupakan bagian dari ekosistem tempatnya hidup dan tidak berdiri sendiri.
oleh karena itu, kebutuhan manusia bukanlah satu-satunya faktor yang dipertimbangkan. untuk membuat ruang yang lebih selaras dengan lingkungan, juga diperhatikan skala, ruang, material, dan hubungan dengan lanskap.
elephant world juga menunjukkan pendekatan lokal premthada; ia membuat batu bata dari kotoran gajah, membuat bahan yang biasanya dianggap limbah menjadi bagian dari bangunan dan membuat uang bagi komunitas.
ini menunjukkan bahwa bahan dapat diperoleh dengan menggunakan sumber daya yang sudah ada di sekitar kita tanpa bergantung pada bahan industri.
pengalaman hidup premthada turut membentuk sensitivitasnya terhadap ruang. dengan gangguan pendengaran berat, ia belajar memahami lingkungan melalui tubuh dan indera lain, termasuk suara, tekstur, dan gerakan.
Dia percaya bahwa arsitektur dimulai dengan memahami dan mendengarkan. Elephant Chapel dari tahun 2025 hingga Gedung Goya 2026 menunjukkan bahwa manusia bukan satu-satunya penghuni yang perlu diperhatikan.
Pada akhirnya, karya Premthada mendorong pemahaman bahwa arsitektur dapat digunakan sebagai alat untuk membangun cara hidup bersama antara orang, gajah, komunitas, dan alam.