Diselenggarakan di kawasan Cité Internationale Universitaire de Paris, Louis Vuitton bersama Direktur Kreatif Pharrell Williams menghadirkan koleksi Spring/Summer 2027 dengan latar yang tidak biasa bagi sebuah runway, yakni hamparan pasir, ombak buatan berskala besar, dan kabut air yang menyelimuti suasana.
Konsep ini bukan sekadar pilihan estetika. Budaya selancar menjadi narasi utama yang mengikat keseluruhan presentasi, membawa nuansa kebebasan dan dinamika yang kontras dengan formalitas yang biasanya melekat pada runway haute couture.
hal yang membedakan show ini dari runway pada umumnya bukan hanya kemegahan visualnya, melainkan pendekatan keberlanjutan yang diterapkan di balik layar. air yang mengalir di sepanjang runway bersumber dari eaux de paris, perusahaan air publik milik kota paris, dan dirancang untuk kembali ke sistem saluran pembuangan kota melalui sirkuit tertutup setelah pertunjukan usai. pendekatan ini memastikan bahwa elemen air dalam instalasi tidak meninggalkan jejak lingkungan yang signifikan.
pasir yang digunakan untuk membentuk lanskap pantai buatan juga tidak berakhir sebagai limbah. setelah show selesai, material tersebut disumbangkan untuk lapangan bola voli pantai di kampus cité internationale universitaire de paris, lokasi yang sama dengan tempat runway berlangsung. bahkan kursi yang digunakan oleh para tamu undangan bukanlah furnitur baru, melainkan hasil daur ulang dari set runway musim sebelumnya.
di tengah set, sebuah camper van transparan ditempatkan sebagai elemen merepresentasikan tema perjalanan yang menjadi akar sejarah louis vuitton sebagai pembuat koper mewah sejak abad ke-19.
pendekatan sirkular semacam ini menempatkan louis vuitton dalam posisi yang berbeda dari rumah mode lain yang kerap menghadapi kritik atas jejak karbon dan limbah produksi yang dihasilkan dari penyelenggaraan show besar. dengan merancang ulang siklus hidup setiap elemen instalasi, mulai dari air, pasir, hingga furnitur, louis vuitton menunjukkan bahwa kemewahan dan kesadaran lingkungan tidak harus berada di posisi yang bertentangan.
komitmen ini sejalan dengan inisiatif lebih luas yang dijalankan louis vuitton melalui regenerasi 2030. sebagai bagian dari inisiatif tersebut, rumah mode ini turut mendukung coral gardeners, organisasi yang berfokus pada upaya restorasi terumbu karang di polinesia prancis. dukungan ini menjadi salah satu bentuk konkret dari komitmen jangka panjang louis vuitton terhadap pelestarian ekosistem laut, sebuah tema yang juga tercermin dalam narasi budaya surfing yang diangkat pada koleksi ss27.
bagi pharrell williams, pendekatan ini tampaknya menjadi bagian dari visinya dalam memimpin arah kreatif louis vuitton sejak ditunjuk sebagai direktur kreatif pada 2023. setiap show yang ia rancang sejauh ini konsisten menghadirkan narasi yang melampaui sekadar presentasi busana, menjadikan setiap elemen produksi sebagai bagian dari cerita yang lebih besar.
Presentasi mode SS27 ini pada akhirnya menjadi pengingat bahwa skala dan kemegahan sebuah runway tidak selalu harus berbanding lurus dengan jumlah limbah yang dihasilkan. Dengan merancang setiap detil produksi agar dapat kembali ke siklusnya masing-masing, baik air, pasir, maupun furnitur, Louis Vuitton menawarkan model baru dalam penyelenggaraan fashion show berskala besar: spektakuler, namun tetap bertanggung jawab terhadap dampak yang ditinggalkannya.
Pendekatan semacam ini berpotensi menjadi tren bagi industri mode global, terutama di tengah meningkatnya tekanan terhadap rumah mode besar untuk lebih transparan dan bertanggung jawab dalam setiap aspek produksinya, termasuk dalam penyelenggaraan acara seremonial.