Saat membayangkan kata istana, orang pada umumnya membayangkan tampilan bangunan klasik yang terdiri dari tumpukan menara khas cerita animasi milik Disney. Namun, jika berada di tengah kehidupan manusia modern, akan memiliki wujud seperti apakah istana ini?

Memiliki rumah bagai sebuah istana, identik dengan jumlah ruang yang banyak serta beragam fasilitas mumpuni yang bisa membuat orang berdecak kagum saat melihatnya. Begitu lah persepsi yang sekilas muncul saat menyaksikan hunian ciptaan arsitek Ruang Rona di kawasan Setiabudi Terrace Cipaku, Bandung, Jawa Barat.






Baca juga, Rumah di Surabaya Ini Punya Segalanya! Modern & Elegan


Kurang lebih terdiri dari 20 ruangan, sebuah rumah berukuran masif tercipta di atas lahan seluas 650 meter persegi. Seperti apakah kisah di balik rumah modern ini? Mari simak ulasan lengkapnya.


Tempat berkumpul

Bagi pemilik rumah, hunian dengan total 4 lantai ini dirancang sebagai tempat berkumpul dengan keluarga serta kerabat dekat yang menghantarkan terciptanya ruang terbuka di dalam rumah. Tak hanya itu saja, di masa mendatang hunian akan dijadikan rumah di masa tua nantinya. Sehingga memerlukan banyak kamar guna mengakomodasi seluruh anggota keluarga. Maka dari itu, di sepenjuru rumah tersedia 2 kamar utama, 3 kamar anak, serta 2 kamar tamu yang turut dilengkapi dengan kamar mandi di dalamnya.




Tapak tanah yang berkontur

Bangunan dengan total luas bangunan mencapai 900 meter persegi ini terletak di atas tapak lahan dengan kemiringan yang cenderung ekstrim. Berlokasi di lahan menanjak, kedua sisi lahan memiliki perbedaan tinggi sekitar 12 meter.





Menghadap 2 jalan utama

Kondisi lahan rumah yang diapit dengan dua jalan utama justru dimanfaatkan arsitek untuk menciptakan dua akses masuk pada dua sisi rumah yang berlawanan. Pada pintu menghadap jalan berkontur lebih rendah, terdapat fasilitas garasi mobil serta ruang service. Ini sekaligus menjadi akses bagi anak-anak serta tamunya karena bisa langsung ke area kolam renang tanpa harus melalui ruang keluarga yang kerap kali dipergunakan oleh para orang tua.







Baca juga, Kolam Renang di Ruang Keluarga, Kok Bisa?


Pemandangan kota yang indah

Berada di kawasan dataran tinggi membuat rumah ini dianugerahi dengan pemandangan indah. Inilah yang mendasari banyaknya bukaan jendela pada fasad rumah yang tak hanya memiliki empat lantai namun juga sebuah lantai mezzanine. Dengan demikian, menyuguhkan visual tanpa batas bagi keindahan dari dunia luar di sekitarnya.




Taman spesial di tengah rumah

Mengatasi perbedaan kontur tanah yang ekstrim, arsitek menciptakan sebuah taman di bagian tengah rumah. Taman menjadi poros rumah dan seluruh ruang dirancang bisa melihat ke taman ini. Deretan tangga turun tampak menjadi akses menuju pohon kamboja fosil yang menjadi jantung dari rumah. Menaungi pohon tersebut adalah void dengan skylight yang dirancang lebih tinggi daripada bagian dak sehingga memberi celah udara tanpa membuat area courtyard terkena air saat hujan.




Kesan natural

Seolah ingin menyatu dengan lingkungan di sekitarnya, interior rumah menerapkan unsur kayu dimulai dari, pintu kamar, meja makan, hingga perabot di ruang makan yang terletak di area semi outdoor. Menemani unsur kayu ini adalah pilihan perabot dengan warna abu-abu.




Baca juga, Gabungan Minimalis dan Natural Hadir Dalam Hotel K5


Penjaga privasi yang fleksibel

Pada sisi rumah yang menghadap jalan berkontur lebih tinggi, arsitek menerapkan deretan pivot panel untuk lantai dua. Panel ini memberikan kesan fleksibel dengan mampu menjadi celah agar cahaya memasuki bagian dalam rumah, namun tetap memberikan privasi bagi pemilik rumah.





Sumber Foto: Kiearch
Nama Proyek: ST House
Arsitek: Ruang Rona
Kontraktor: Gudhome