Ribuan cermin menghiasi langit-langit bergelombang lembut di VISTA Science Experience Centre di Austria, yang dirancang oleh firma arsitektur asal Belanda Studio Maks bersama firma teknik Bollinger + Grohmann.


Paviliun dengan dinding kaca ini dirancang sebagai pusat pengunjung publik untuk memperkenalkan berbagai kegiatan Institute of Technology Austria (ISTA). Bangunan ini menyediakan area resepsionis, ruang pameran, serta kafe yang berada di tengah taman di area kampus ISTA.







studio maks dan bollinger + grohmann merancang bangunan ini dengan konsep yang terasa terbuka dan ramah. hampir seluruh lantai dasar pusat berbentuk lingkaran tersebut digunakan sebagai kafe dan toko berukuran besar, dikelilingi dinding kaca setinggi penuh. area ini juga dinaungi tepian atap bergelombang yang dilapisi cermin.


baca juga: kampus ini gunakan dinding tanah dan atap zig-zag




menurut pendiri studio maks, marieke kums, ide utamanya adalah menciptakan pusat pengunjung dengan batas masuk yang sangat rendah sehingga semua orang bisa merasa diterima, terlepas dari latar belakang maupun pengetahuan mereka sebelumnya.


kums juga menjelaskan bahwa mereka ingin menghadirkan ruang yang mampu memicu rasa ingin tahu, kekaguman, dan keajaiban, sekaligus mengajak pengunjung berinteraksi dengan sains secara terbuka dan mudah diakses.




dari area taman, bangunan ini berbentuk lingkaran sehingga pengunjung dapat mendatanginya dari berbagai arah. karena tidak memiliki bagian depan maupun belakang yang jelas, paviliun tersebut dirancang untuk tampil sebagai destinasi yang terbuka dan menyatu dengan lanskap di sekitarnya.


di bagian tengah vista science experience centre terdapat tangga melingkar yang membawa cahaya alami menuju lantai bawah tanah. area ini menjadi ruang pameran utama dan dilengkapi auditorium, laboratorium, serta ruang workshop untuk kegiatan belajar dan eksperimen secara langsung.







di sisi selatan bangunan, terdapat patio cekung dan tangga melengkung yang menjadi akses dari luar menuju lantai bawah tanah. bukaan tersebut sekaligus membantu memasukkan lebih banyak cahaya alami ke area laboratorium.


palet warna monokrom digunakan di kedua lantai, dengan dinding putih dan langit-langit hitam di ruang-ruang bawah tanah yang dipadukan dengan furnitur berbahan kayu oak berwarna terang.




sementara itu, seluruh bagian bawah langit-langit bergelombang di lantai dasar dilapisi ribuan ubin cermin. permukaannya dirancang untuk memantulkan warna hijau dari taman dan biru dari langit ke dalam interior.


kums mengatakan, "kami memperkenalkan langit-langit reflektif yang memberikan fleksibilitas lebih besar untuk konstruksi atap kayu, sekaligus mempertahankan kualitas ruang yang direncanakan dan memperkuat hubungan bangunan dengan lanskap di sekitarnya."




awalnya, atap bangunan dirancang sebagai struktur transparan, tetapi gangguan akibat pandemi membuat solusi tersebut tidak lagi memungkinkan sehingga desainnya harus dipikirkan ulang. langit-langit reflektif kemudian dipilih sebagai alternatif yang tetap mempertahankan karakter ruang sekaligus membuat hubungan antara interior dan lingkungan sekitar terasa lebih kuat.


pantulan taman dan perubahan cahaya yang terus terjadi sepanjang hari juga membuat suasana lanskap seolah diperluas hingga ke dalam bangunan.