Bayangkan semangkuk ramen yang mengepul, sepiring gyoza yang baru digoreng, atau donat dengan taburan warna-warni yang menggoda. Semuanya terlihat begitu nyata, sampai-sampai ingin langsung disantap. Namun jangan coba-coba menyentuhnya, karena semua itu terbuat dari kaca. 





di balik karya-karya ini ada miwa ito, seniman kaca kelahiran osaka yang lulus dari jurusan seni rupa program kaca di universitas kindai pada 2018 dan sejak itu bekerja di studio kaca ggg. ito membangun basis pengikut sekitar 320.000 orang di instagram lewat karya kaca tiup berbentuk benda-benda sehari-hari yang menggemaskan, mulai dari mug dan vas berbentuk blob hingga sculpture makanan yang detailnya luar biasa, seperti hot dog dengan saus cabai, donat bertabur sprinkle, hingga gyoza transparan yang tampak sedikit gosong di bagian pinggirnya. ito mengaku selalu menyukai benda-benda transparan, kenyal, dan bertekstur seperti lendir sejak masih anak-anak, sebuah kecenderungan yang akhirnya membawanya ke dunia glassblowing di bangku kuliah.



membuat kaca terlihat seperti makanan bukan perkara mudah. ito bekerja dengan kaca cair pada suhu lebih dari 1.000°c, memadukan teknik glassblowing tradisional dengan ketelitian tinggi untuk menghadirkan warna, tekstur, dan detail kecil yang membuat makanan terlihat menggugah selera. setiap karya dimulai dari segumpal kaca cair di ujung blowpipe, dan dalam hitungan menit sebelum material itu mendingin dan mengeras, ito meregangkan, membentuk, melapisi, serta mewarnai kaca dengan tangan hingga menghasilkan mi transparan, kuning telur yang mengilap, krim kocok yang ringan, roti panggang, sampai sirup yang menetes.



karakter kaca sendiri yang membuat proses ini menantang. glassblowing sangat bergantung pada panas, embusan napas, waktu, gravitasi, dan gerakan cepat yang dilakukan selagi material masih lunak, karena kaca akan menyala, meregang, melorot, mengeras, dan berubah bentuk seiring mendingin.




proses glassblowing: glassman poo poo

pada 2024, ito meluncurkan proyek bernama "glassman poo poo," yang secara khusus mendokumentasikan proses glassblowing itu sendiri. lewat kanal inilah sculpture makanannya mulai viral, karena ia merekam dirinya "memasak" secara real time, memangkas, menarik, dan membentuk kaca cair menjadi hot dog, nasi goreng, hingga semangkuk ramen. video-video ini menyebar cepat, bahkan ke audiens yang biasanya tidak tertarik pada seni glassblowing tradisional.




Lebih dari Sekadar Ilusi

Bagi Ito, karya-karya ini bukan sekadar trik visual. Ia mengaitkan karya makanannya dengan "itadakimasu," ungkapan syukur yang diucapkan orang Jepang sebelum makan, yang menurutnya adalah "ucapan terima kasih yang tenang untuk kehidupan, untuk kepedulian, untuk hal-hal yang tak terlihat." Ito juga memandang karyanya sebagai sesuatu yang ingin ia tinggalkan untuk masa depan, karena kaca tidak lapuk sehingga ia percaya material ini mampu membawa pikiran dan niat yang tertanam di dalamnya melintasi waktu. Filosofi ini sejalan dengan pesan yang ia sampaikan lewat karyanya: rasa hormat pada bumi, kehidupan, dan segala yang ada di balik meja makan sehari-hari.



Proses Glassblowing


Karya Miwa Ito membuktikan bahwa seni tradisional seperti glassblowing tetap bisa relevan tanpa harus menerapkan elemen futuristik. Ia cukup membiarkan kerajinan lama ini bertemu dengan bahasa visual masa kini, lucu, hangat, dan mudah dinikmati siapa saja.


Sumber Foto: Miwa Ito