Menyikapi hubungan antara manusia dengan new media, seperti internet, virtual reality, serta augmented reality, Media Art Globale menggelar sebuah pameran bertajuk Transhuman Code. Bekerjasama dengan Connected Art Platform dan Komunitas Salihara, festival seni ini menampilkan 17 seniman lokal dan internasional yang membicarakan isu-isu seputar teknologi, sains, dan lingkungan melalui instalasi yang juga menggunakan new media.






Baca juga: Sony Gelar Pameran di Milan Untuk Manusia dan Robot


Kehadiran media baru dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu ide yang menarik untuk diangkat. Melalui pameran ini, para seniman ditantang untuk tidak hanya membahas isu tersebut, melainkan juga mengekspresikan keresahan mereka dan memberi solusi atas gaya hidup baru yang bergantung dari kemajuan teknologi.






Baca juga: Cari Tahu Proses Terciptanya Seni di Intention, Please!


Dibuka pada Sabtu, 9 Agustus, pameran dibuka oleh sambutan Gunawan Muhammad, selaku Dewan Kurator Komunitas Salihara. Selanjutnya dilanjutkan dengan opening speech dari Mona Liem, sebagai Creative Director Media Art Globale. Pameran Media Art Globale 2019 terbagi di dua anjungan, yang pertama berlokasi di Salihara Gallery dan kedua di Salihara Music Studio.




Tidak hanya pameran, gelaran ini juga menawarkan rangkaian acara yang tentunya menambah wawasan mengenai dunia seni dan media baru. Selama gelaran berlangsung mulai 9 Agustus hingga 1 September 2019, pengunjung akan disuguhkan Simposium berjudul “How to Display New Media Art in Collection” dan “Art, Science, Technology & Industry”. Rangkaian acara lainnya juga meliputi talkshow, webinar, serta workshop.