Desain rumah bergaya Mediterania banyak terpengaruh oleh arsitektur Spanyol dan Italia, serta negara-negara di sekitar Laut Mediterania lainnya, termasuk Prancis, Portugal, Yunani, dan Maroko, yang menekankan pada unsur alam dan kehangatan (warmth). 


Desain rumah gaya Mediterania sering menampilkan elemen khas seperti atap genteng terakota, dinding stucco atau batu bata (bricks), lengkungan (round arches), dan detail wrought iron




Daya tarik dari gaya arsitektur Mediterania ini meluas pada tahun 1920-an, dan tetap populer hingga saat ini. 


Rumah bergaya Mediterania bisa menjadi pilihan gaya rumah buat Anda yang ingin menciptakan kesan rumah yang sederhana namun elegan, megah, dan timeless, serta berbaur dengan alam sekitarnya dan membuat pemilik rumah merasa nyaman.



(Designed by Stocker Hoestery Montenegro / shmarchitects.com)


Rumah-rumah bergaya Mediterania sering membanggakan fasad yang luas dan simetris—namun tetap cocok untuk rumah kecil yang tidak terlalu luas—dengan taman di bagian depan rumah. 


Karakteristik rumah bergaya Mediterania biasanya menggunakan dinding stucco atau batu bata (bricks) yang dicat warna netral—atau gabungan keduanya: stucco dan batu bata—pada bagian dalam maupun luar rumah. Itu adalah salah satu karakteristik khas dari rumah gaya Mediterania. 


Penggunaan dinding stucco ini pada rumah gaya Mediterania dapat membantu menahan panas di siang hari untuk menjaga area dalam rumah tetap sejuk. Sementara pada malam hari, saat suhu menurun, perlahan-lahan melepaskan panas yang terakumulasi dari siang hari ke dalam rumah.



(Photo by Emily Followill / Better Home & Gardens / bhg.com)


Beberapa rumah bergaya Mediterania, terutama yang memiliki pengaruh arsitektur Italia dan klasik Yunani, sering kali memiliki kolom atau pilar pada bagian fasad rumah yang bisa memberikan kesan mewah. Dibalut dengan wrought iron balustrade dengan detail yang khas dan dilengkapi dengan wrought iron wall lamp di sisi-sisinya. 


Fitur wrought iron pada eksterior rumah gaya Mediterania utamanya digunakan sebagai elemen dekoratif yang bisa menambah detail pada rumah gaya ini. 


Rumah bergaya Mediterania biasanya menggunakan genteng tanah liat berwarna terakota yang berbentuk seperti setengah tabung. Bentuk ini tidak hanya memungkinkan air mengalir dengan mudah, tetapi juga menangkap udara dingin untuk menyejukkan area dalam rumah di hari yang panas.


Sementara itu, rumah gaya mediterania umumnya memiliki lengkungan (round arches) pada bagian pintu dan jendelanya yang berfungsi secara struktural dan dekoratif. Kadang-kadang, terdapat pula bukaan melengkung di bagian depan rumah yang membentuk selasar, yang mampu memfasilitasi aliran udara sejuk masuk ke dalam rumah, memberi keteduhan, dan menambah pesona rumah dengan gaya ini. 


Pada bagian pintu masuk, sering kali menggunakan pintu berbahan kayu, yang dibuat round arched, untuk semakin menguatkan unsur kehangatan (warmth) pada rumah Mediterania. 


Seperti yang disebutkan sebelumnya, rumah gaya ini memang dirancang menyatu dengan alam sekitarnya. Itulah mengapa, sebagian besar rumah dengan gaya Mediterania memiliki banyak area outdoor, seperti patio, teras, balkon, taman, atrium, atau courtyards, dan memiliki banyak jalur akses ke luar ruangan di seluruh rumah.




Area luar ruangan di rumah Mediterania dibuat agar pemilik rumah dan tamu bisa bersantai dan menikmati keindahan pepohonan hijau dan bunga berwarna-warni. Beberapa tanaman hias indoor juga mungkin terlihat di beberapa sudut dalam rumah. 


Desain Interior Rumah Gaya Mediterania


Tak hanya pada bagian eksterior rumah saja, desain interior rumah gaya Mediterania juga harus membangkitkan keindahan dan keanggunan Eropa Selatan, khususnya Spanyol dan Italia. 


Saat mendekorasi interior rumah bergaya Mediterania, tampilan yang bersahaja adalah yang terbaik, dengan mengandalkan prinsip simetri untuk menonjolkan pesona gaya ini. 


Usahakan agar dekorasinya benar-benar simetris, misalnya pilih sepasang kursi, sepasang sofa, dan sepasang sconce. Tak hanya pada pintu dan jendela pada eksterior rumah saja, tetapi buat juga lengkungan pada pintu, jendela, dan walkways di dalam rumah, serta tangga yang menghubungkan antar lantai di dalam rumah. 


Selain itu, mengecat semua ruangan dalam satu warna dan memilih jenis lantai yang sama untuk seluruh ruangan, baik itu di dalam maupun di luar, dapat memberikan tampilan yang menyatu dan unik. 



(Design & Photo by JHill Interior. Inc / jhillinteriors.com)


Aspek penting lain dari palet warna rumah Mediterania yang tidak dapat diabaikan, yakni dinding putih bersih. Ini dimaksudkan karena warna putih dapat membantu menjaga suhu di dalam rumah. Dan, merupakan dasar yang bagus untuk menambahkan aksen warna cerah, seperti kuning, merah muda, oranye, biru, dan hijau, sebagai pop up color di dalam rumah. 


Menjaga dinding tetap putih bersih namun beraksen dengan sedikit warna cerah yang masih terinspirasi dari alam adalah cara sederhana namun efektif untuk membawa gaya ini ke dalam interior rumah. 



(Design & Photo by Isprava @isprava on Instagram)


Pertimbangkan untuk menggunakan ubin tanah liat warna merah yang akan semakin menguatkan kesan hangat khas Mediterania ke dalam interior. 


Penggunaan furnitur kayu berwarna hangat dan natural, ataupun gelap, serta kain linen ringan berwarna netral, juga sering muncul di rumah gaya Mediterania. 



Itulah tadi semua yang perlu Anda ketahui tentang rumah gaya Mediterania. Tertarik untuk menerapkannya pada rumah Anda?