Selain menjadi sponsor CASA Indonesia 2017, BEKRAF juga akan mengadakan seminar tentang “Developing Design Through Trend Research & Forecasting” dan talkshow yang dibagi dalam tiga sesi. 

Seminar Developing Design Through Trend Research & Forecasting diisi oleh pembicara Dr. Ir. Wawan Rusiawan selaku Direktur Riset dan Pengembangan.






Seminar Sesi I berjudul The Importance Of Trend Forecasting dengan pembicara Isti Dhaniswari (Trend Expert), Tri Anugrah (Trend Research), dan Dina Midiani (Trend Forcasting & Development).


Seminar yang dimoderatori oleh Rina Renville ini berlangsung selama 45 menit dan membahas tentang perkembangan tren desain di Indonesia. Seminar ini merujuk pada buku terbitan BEKRAF terbaru berjudul Indonesia Trend Forecasting (ITF) 2017-2018.




Buku Indonesia Trend Forecasting (ITF) 2017-2018 ditujukan untuk subsektor desain interior, desain produk, fashion, dan kriya. Pada seminar sesi kedua, keempat subsektor ini membahas secara detail tentang perkembangannya masing-masing.



Adelinah Chandra dan Sugeng Untung menjadi pembicara yang mewakili subsektor desain interior, Harry Maulana dan Fryza Pavitta mewakili subsektor desain produk, dan yang terakhir Kahfiati Kahdar dan Nidiya Kusumaya merangkum subsektor fashion dan kriya dalam hal tekstil.






Seminar sesi terakhir yang bertema The Global Trend dibawakan oleh Cristina Morozzi dan dimoderatori oleh Abie Abdillah.

Dalam talkshow ini Cristina Morozzi memaparkan bahwa trend global yang tampak pada Milan fair tahun ini adalah terkait dengan adanya kontradiksi dan kemunculan kembali nuansa yang sebelumnya sempat hilang.



Kontradiksi yang dimaksud adalah ketika suatu brand yang sebelumnya dikenal sebagai brand yang klasik, namun menghasilkan desain-desain yang kontemporer, seperti Fendi Casa.


Begitu pula sebaliknya, brand-brand kontemporer yang kemudian menghasilkan objek-objek dengan nuansa artistik dan klasik, seperti Gebrüder Thonet.




"Beberapa hal yang dimunculkan kembali dalam tahun-tahun ini terkait dengan objek, motif, konsep, dan detail. Diantaranya adalah mulai munculnya varian rocking chair dan screen yang sebelumnya jarang terlihat.


Detail woodworking dan cabinet making, serta pola figuratifisme yang mengambil nuansa dari alam dan sekitar kita muncul kembali secara kuat dan unik, seperti lampu gorila queeboo," tutup Cristina.




Foto oleh CASA Indonesia, Queeboo