Di tengah semarak Milan Design Week 2026, Louis Vuitton menghadirkan sebuah pengalaman imersif di Palazzo Serbelloni, sebuah ruang bersejarah yang menjadi panggung dialog antara masa lalu dan masa kini. Presentasi ini bukan sekadar pameran desain, melainkan narasi berlapis tentang warisan, keahlian, dan eksplorasi kreatif yang terus berkembang.






sorotan utama tertuju pada penghormatan kepada pierre legrain, sosok visioner dari era art deco yang dikenal melalui pendekatan berani terhadap geometri dan material. melalui interpretasi ulang karya-karyanya, louis vuitton menghadirkan kembali semangat legrain ke dalam bentuk furnitur, tekstil, dan peralatan meja menjadikan arsip sebagai sumber inspirasi yang hidup dan relevan.


Art Deco yang dikenal dengan geometri


 Baca juga, Perayaan Desain Terbesar di Dunia: Milan Design Week 2026


Perjalanan dimulai di Giangaleazzo Room, di mana pengunjung seakan ditarik mundur ke dekade 1920-an. Instalasi bergaya gerbong kereta menghadirkan ilustrasi arsip, koper-koper awal, serta objek perjalanan yang merefleksikan akar Louis Vuitton sebagai pelopor seni bepergian. Atmosfer ini terasa sinematik, membangkitkan nostalgia sekaligus mempertegas identitas rumah mode tersebut.



Giangaleazzo Room


Berlanjut ke Napoleonica Room, interpretasi modern atas karya Legrain mengambil alih ruang dengan komposisi yang tegas namun elegan. Tekstil grafis berpadu dengan furnitur berlapis lak dan peralatan meja artistik, menciptakan harmoni antara fungsi dan estetika. Di sini, bahasa visual Legrain diterjemahkan ulang dalam konteks kontemporer tanpa kehilangan karakter aslinya.


Napoleonica Room


Baca juga, Fiat Topolino x Gallo Warnai Milan Design Week 2026




Bab berikutnya menampilkan Louis Vuitton Home Collection, sebuah ekspresi baru dari seni hidup modern. Koleksi ini merangkum furnitur, objek dekoratif, dan peralatan rumah tangga yang memadukan tradisi kerajinan dengan inovasi desain. Setiap detail dirancang untuk menciptakan pengalaman hidup yang berkelas, tanpa terasa berlebihan.


Louis Vuitton Home Collection


Tak kalah menarik, lini Objets Nomades kembali menunjukkan daya tariknya sebagai ruang eksperimen desain. Kolaborasi dengan studio seperti Raw Edges, Estudio Campana, dan Franck Genser menghasilkan karya-karya yang memadukan material berkualitas tinggi dengan pendekatan inovatif. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kursi Stella, sebuah objek fungsional dengan permainan ilusi optik pada permukaan tekstilnya.


Objets Nomades


Di tengah eksplorasi tersebut, koper tetap menjadi simbol tak tergantikan dari Louis Vuitton. Dirancang dengan presisi tinggi dan mengusung kode ikonik rumah mode, setiap koper merepresentasikan keseimbangan antara fungsi, inovasi, dan keindahan yang abadi.



Baca juga, Eames Hadirkan Hunian Modular di Milan Design Week 2026


Keseluruhan presentasi ini berpuncak pada satu benang merah: savoir-faire. Dari detail rumbai iridescent hingga teknik marquetry yang rumit, setiap karya mencerminkan dedikasi terhadap keahlian tinggi sekaligus keberanian untuk bereksperimen. Louis Vuitton, melalui pameran ini, tidak hanya merayakan sejarahnya, tetapi juga menegaskan posisinya dalam lanskap desain global yang terus bergerak maju.


Sumber foto teaser: Louis Vuitton