RuBIK Office menjadi rumah baru bagi sebuah yayasan budaya yang berfokus pada pengembangan seni pertunjukan di Indonesia. RuBIK (Rumah Budaya Indonesia Kaya) merupakan inisiatif dari Bakti Budaya Djarum Foundation untuk kembali menghadirkan ruang baru bagi dunia seni setelah sebelumnya membangun Galeri Indonesia Kaya di Jakarta Pusat.
bangunan ini merupakan hasil transformasi dari struktur lama yang sempat terbengkalai menjadi volume arsitektur hijau yang tampak “mengambang”. dengan desain yang hadirkan elemen vegetasi dan pelindung dari sinar matahari, bangunan ini bawa suasana teduh bagi penggunanya sekaligus berikan pemandangan luar yang lebih segar dari hiruk pikuk jakarta.
baca juga, nobel center baru di stockholm, karya david chipperfield
desain arsitektur rubik dirancang oleh biro arsitektur shau setelah memenangkan kompetisi desain yang diadakan pada tahun 2019. desain interiornya dirancang oleh domisilium studio. rubik office adalah bagian dari kompleks yang diproyeksikan menjadi landmark budaya baru sekaligus pusat kegiatan seni yang penting di jakarta.
rumah budaya indonesia kaya dirancang sebagai gedung teater dan konser bertingkat dengan luas total konstruksi proyek ini mencapai sekitar 40.000 meter persegi. dalam perancangannya, tim arsitek mengadopsi konsep arsitektur nusantara yang membagi struktur bangunan menjadi tiga bagian utama, yaitu kaki, badan, dan kepala.
baca juga, zaha hadid architects rancang distrik budaya di hangzhou
peletakan batu pertama proyek ini dilakukan tahun 2024. nantinya, kompleks ini akan memiliki teater utama berkapasitas sekitar 1.200 penonton serta teater kecil yang mampu menampung sekitar 250 hingga 300 orang. teater besar juga dirancang agar dapat difungsikan sebagai gedung konser. berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,3 hektar, rubik juga dilengkapi ruang latihan yang ukurannya setara dengan panggung pertunjukan sehingga memungkinkan proses latihan yang lebih realistis bagi para performer.
Bangunan ini memiliki sejumlah elemen desain khas, seperti massa bangunan bertingkat dengan teras diagonal, lobi semi-outdoor yang berada di bawah ruang teater utama, serta fasad yang terinspirasi oleh motif budaya Indonesia.
Baca juga, Shenzhen Bay Cultural Plaza Mirip Airpods Raksasa!
Pembangunan RuBIK ditargetkan selesai pada tahun 2027. Kehadirannya diharapkan mampu menjawab keterbatasan gedung pertunjukan yang saat ini ada di Jakarta, yang sudah tidak lagi mampu menampung pesatnya perkembangan industri seni pertunjukan. Selain menyediakan fasilitas baru, RuBIK juga membawa misi untuk memberikan ruang yang lebih layak bagi para seniman agar dapat berkarya dan berkembang.