Vipp, perusahaan desain yang bergerak di bidang furnitur dan guesthouse, telah hadir di Tasmania, Australia dengan menghadirkan sebuah guesthouse unik berbentuk terowongan yang mencolok. Dirancang oleh Room11 Architects, sebuah studio arsitek yang berbasis di Australia, struktur beton off-grid ini hadir secara dramatis dari semak-semak di Pulau Bruny, sehingga menyuguhkan kombinasi seni, desain, dan alam. Terletak di atas lereng bukit, Vipp Tunnel membingkai keindahan alam Tasmania dengan prinsip desain brutalist.
Merek yang berasal dari Denmark ini melebarkan sayap portofolionya ke bagian belahan bumi selatan dengan menciptakan guesthouse inovatif ini. Room11 Architects menciptakan perpaduan unik antara brutalism beton dan lanskap organik. Vipp Tunnel berdiri menggantung di atas medan kasar Pulau Bruny, menawarkan pemandangan menakjubkan ke D’Entrecasteaux Channel. Struktur yang panjangnya mencapai 30 meter ini dirancang untuk merangkul lanskap melalui dinding kaca besar tanpa bingkai, creating a deep connection with nature.
Guesthouse yang memiliki luas 160 meter persegi ini membawa interior berkonsep desain brutalis ke tengah alam liar Tasmania. Proses pembangunannya pun memakan waktu tiga tahun dan menggambarkan perhatian terhadap kualitas materi serta detail khas yang selalu menjadi prioritas Vipp.
Ruang utama dan kamar tidur utama serta kamar mandi dipisahkan oleh sebuah atrium, dengan begitu menciptakan permainan cahaya dan ruang yang unik. Kehadiran teras kaca di ujung terowongan semakin menegaskan sensasi berada di tepi dunia.
Desain interiornya mengusung filosofi minimalis khas Vipp. Adapun dapur V3 dari Vipp yang seluruhnya terbuat dari aluminium menjadi pemeran utama, dengan meja baja tahan karat yang selaras dengan arsitektur beton di sekitarnya. Perabotan Vipp, termasuk kursi Swivel berlapis kulit domba Australia, memperkuat estetika kasar nan elegan dari struktur ini.
Vipp Tunnel juga mengedepankan keberlanjutan, menjadikannya model hunian off-grid modern di Tasmania. Seluruh fasad bagian barat dari bangunan ini terbuati dari panel surya yang dapat menghasilkan energi bagi guesthouse ini. Dengan desain yang terangkat dari tanah untuk mengurangi jejak ekologis serta penggunaan beton sebagai insulasi alami, hunian ini beroperasi secara mandiri dengan air hujan sebagai sumber utama.
Sentuhan seni juga hadir melalui karya seniman Denmark, Lin Utzon, yang menampilkan seri ‘Cosmic Dancers’—patung keramik hitam-putih berskala besar yang tersebar di antara pepohonan red gum. Karya ini menciptakan harmoni antara seni dan lanskap Tasmania, sekaligus merefleksikan filosofi sang ayah, arsitek legendaris Jørn Utzon, dalam menyatukan seni dan arsitektur.