Hunian modern identik dengan ruang yang rapi, fungsional, dan terasa ringan secara visual. Namun dalam praktiknya, banyak rumah justru terasa penuh dan kurang nyaman bukan karena ukuran ruang, melainkan karena pilihan dekorasi yang kurang tepat. Tak sedikit elemen dekoratif yang awalnya terlihat menarik, namun seiring berjalannya waktu justru membuat ruangan terasa usang atau melelahkan untuk dilihat.
Baca juga, Desain Rumah Modern & Mewah dengan 2 Konsep Hunian Unik
Dekorasi seharusnya mendukung gaya hidup dan karakter penghuni rumah, bukan sekadar mengikuti tren. Dalam konteks perumahan modern terutama di Indonesia dalam aspek kesederhanaan, proporsi, dan relevansi menjadi kunci utama. Berikut tujuh jenis dekorasi yang sering dianggap kurang cocok untuk perumahan modern, beserta alasannya.
Hiasan dinding berupa quote motivasi, kata-kata dekoratif, atau tulisan besar sering kali terlihat menarik di awal. Namun dalam jangka panjang, dekorasi jenis ini cenderung cepat terasa ketinggalan zaman dan kurang menyatu dengan desain interior modern yang mengutamakan visual bersih. Hunian modern lebih mengandalkan bentuk, tekstur, dan komposisi ruang untuk menyampaikan karakter, bukan pesan yang terlalu eksplisit.
Dekorasi berbahan plastik dengan warna mencolok atau detail yang tidak kerap alami menurunkan kualitas visual ruang. Dalam hunian modern, material dengan tampilan autentik seperti kayu, keramik, kaca, atau kain lebih diapresiasi karena memberikan kesan hangat dan berkelas. Ornamen yang terlalu artifisial justru mudah terlihat murah dan tidak tahan terhadap perubahan tren.
Warna gelap memang dapat menciptakan kesan dramatis, namun jika digunakan secara berlebihan dapat membuat ruang terasa sempit dan suram. Pada perumahan modern yang mengandalkan pencahayaan alami dan kesan lapang, palet warna yang terlalu berat sering kali menghambat sirkulasi visual. Warna netral atau tone yang lebih ringan biasanya lebih mudah dipadukan dan terasa timeless.
Dekorasi dengan tema tertentu baik musiman, budaya pop, atau tren saat ini sering kali sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Hunian modern lebih cocok dengan elemen dekorasi yang fleksibel dan mudah beradaptasi dengan perubahan fungsi ruang atau gaya hidup penghuni. Dekorasi yang terlalu tematik berisiko membuat ruangan terasa kaku dan cepat membosankan.
Salah satu kesalahan umum dalam hunian modern adalah memilih furnitur dengan ukuran yang tidak seimbang dengan luas ruang. Perabot yang terlalu besar dapat mendominasi area, mengganggu sirkulasi, dan menghilangkan kesan lega. Desain modern justru menekankan proporsi yang tepat, di mana setiap elemen memiliki ruang bernapas dan fungsi yang jelas.
Menupuk terlalu banyak dekorasi mulai dari bantal bermotif, pajangan kecil, hingga aksesori dinding dapat membuat ruang terasa penuh dan melelahkan secara visual. Hunian modern lebih mengedepankan keseimbangan, di mana satu atau dua elemen utama sudah cukup menjadi fokus tanpa harus bersaing dengan dekorasi lainnya.
Tren dekorasi global memang inspiratif, tetapi tidak selalu cocok diterapkan secara mentah. Setiap hunian memiliki karakter, fungsi, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Mengikuti tren tanpa mempertimbangkan konteks ruang dan gaya hidup justru dapat membuat rumah kehilangan identitas dan terasa tidak personal.
Baca juga, 9 Desain Rumah Minimalis Modern Untuk Inspirasi Anda
Hunian modern bukan tentang seberapa banyak dekorasi yang digunakan, melainkan seberapa tepat elemen tersebut mendukung kenyamanan dan fungsi ruang. Dengan memilih dekorasi yang relevan, proporsional, dan selaras dengan karakter rumah, hunian akan terasa lebih rapi, tenang, dan berumur panjang secara visual. Kadang-kadang, mengurangi justru menjadi langkah terbaik untuk menciptakan ruang yang benar-benar nyaman untuk ditinggali.