Setelah menempuh proses research & design selama empat tahun, kini Sjuman+Renanda tengah resmi merilis grand concert acoustic piano dengan semarak perjuangan impian bangsa.


Mengusung nama SR1928-The Awakening, piano ini terinspirasi dari Kongres Pemuda 2 di tahun 1928 yang merupakan cikal bakal Sumpah Pemuda dan peristiwa diperkenalkan pertama kalinya lagu Indonesia Raya.





Keindahan wooden body piano karya Sjuman+Renanda



Bentuk Piano yang sophisticated karya Sjuman+Renanda


Berawal dari impian Raul Renanda, arsitek & seniman dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, untuk menciptakan sebuah grand piano dengan bentuk yang sophisticated dan berfungsi sebagai elemen estetika bagi keseluruhan ruang.


Hal ini berlanjut seusai pertemuannya dengan Aksan Sjuman, musisi dan pembuat alat musik professional, yang sepakat untuk membantu Raul dalam mewujudkan impiannya.



Raul Renanda memainkan karya terbarunya, SR1928-The Awakening



Aksan Sjuman memastikan setiap komponen suara pada SR1928-The Awakening telah berfungsi dengan baik


Demi menghasilkan produk dengan kualitas terbaik, mereka mempercayai Saniharto, manufaktur kayu berkelas dunia, sebagai produsen dari produk Sjuman+Renanda.





Aksan Sjuman, Raul Renanda, dan Harsono Enggalhardjo (Saniharto) berfoto bersama di samping piano SR1928 - The Awakening 


Sebagai gambaran, piano ini memiliki beragam keunggulan seperti sistem pemukul mekanik dengan epoxy carbon fiber, senar yang menggunakan nickel plated finish, kayu jenis spruce, dan sistem piano yang dapat bermain sendiri maupun wireless melalui perangkat tablet.


Komponen suara terbaik yang dihadirkan pada piano SR1928-The Awakening


“[...] Diharapkan dapat memberi keyakinan kepada publik Indonesia, bahwa kini sudah saatnya kita berani untuk memproduksi karya kita dengan fokus untuk menjadi yang terbaik,” ujar Raul Renanda & Aksan Sjuman dalam keterangan persnya.


Baca juga: Ini Dia Hotel Berbentuk Gitar Pertama Di Dunia!


Sebagai debutnya, piano ini telah diperkenalkan ke publik Indonesia dalam perhelatan Jakarta City Philharmonic yang diselenggarakan pada akhir November 2019.



Teks oleh Hanif Aditya
Foto & Teaser dok. Sjuman+Renanda