Pameran seni biasanya identik dengan galeri atau museum yang memiliki ruang khusus untuk memajang karya. Namun, sebuah pameran di Zurich, Swiss, justru memanfaatkan bekas kamar mandi pekerja sebagai tempat untuk menampilkan berbagai karya seni dan desain.
bangunan yang dulunya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari ini kini memiliki fungsi baru tanpa menghilangkan karakter aslinya.
pameran bertajuk dislocated utility_objects out of place ini merupakan bagian dari zurich design weeks 2026. dikurasi oleh paulina reséndiz dan natascha madeiski, pameran tersebut mempertemukan 25 seniman, desainer, dan perajin yang mengeksplorasi hubungan antara seni, desain, serta kerajinan.
pameran ini berada di bekas fasilitas kamar mandi milik perusahaan kereta api swiss, sbb.
baca juga: home sweet home! pameran seni ini hadirkan 83 rumah burung
bangunan tersebut awalnya dibuat untuk pekerja sbb beserta keluarga mereka yang tidak memiliki kamar mandi pribadi di rumah. karena itu, ruangannya dilengkapi bilik-bilik terpisah, area mencuci, ubin, dan perlengkapan kamar mandi.
elemen-elemen tersebut masih dipertahankan dan menjadi bagian penting dari tampilan pameran. alih-alih mengubah bangunan menjadi galeri dengan dinding dan tata ruang baru, para kurator memilih menempatkan karya langsung di dalam ruang yang sudah ada.
bilik dan perlengkapan kamar mandi tetap dipertahankan, lalu dipadukan dengan berbagai karya seni modern. perpaduan ini membuat suasana pameran terasa unik karena pengunjung bisa melihat karya seni di tengah bangunan yang masih menunjukkan fungsi aslinya.
beragam karya ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari furnitur, lampu, keramik, kaca, hingga tekstil. setiap objek memiliki bentuk, material, dan fungsi yang berbeda.
baca juga: menyelami pameran cinematic wes anderson di london
ketika ditempatkan di lingkungan yang tidak biasa, karya-karya tersebut menghadirkan pengalaman visual baru sekaligus menunjukkan bahwa sebuah desain dapat terlihat berbeda bergantung pada tempatnya berada.
salah satu karya yang menarik perhatian adalah lampu neon buatan jochen holz yang dipasang di dalam bak mandi. perlengkapan yang biasanya digunakan untuk kebutuhan mandi tersebut kini menjadi tempat menampilkan karya pencahayaan. perpaduan antara fungsi lama bak mandi dan bentuk lampu modern menciptakan tampilan yang tidak terduga.
ada pula karpet kamar mandi karya thea kuta dan grrrr serta lampu porselen berjudul glühen karya pierre bögli. karya-karya ini ditempatkan berdampingan dengan elemen bangunan yang sudah ada, sehingga pengunjung dapat melihat hubungan antara bentuk objek, material, dan lingkungan sekitarnya.
pameran ini ingin menunjukkan bahwa sebuah benda bisa terlihat berbeda ketika ditempatkan di lingkungan yang tidak biasa. furnitur, lampu, dan hiasan yang biasanya ditemukan di rumah kini dipajang di bekas kamar mandi pekerja. penempatan ini membuat pengunjung melihat benda-benda tersebut dari sudut pandang yang berbeda.
baca juga: intip kemegahan pameran terbesar karya zaha hadid di beijing
bangunan lama ternyata bisa dimanfaatkan kembali sebagai tempat pameran tanpa harus mengubah seluruh bentuk aslinya. dalam pameran ini, ubin, bilik, dan perlengkapan kamar mandi tetap dipertahankan dan menjadi bagian dari tampilan ruang.
Melalui Dislocated Utility_Objects out of Place, bekas kamar mandi pekerja di Zurich kini digunakan sebagai tempat memamerkan karya seni dan desain. Perpaduan bangunan lama dengan berbagai karya modern membuat ruang ini terlihat berbeda dan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.