Kantor tidak harus terasa seperti ruang kerja yang monoton. Hal ini terlihat dari kantor pusat baru Major League Soccer (MLS) di Manhattan, New York, yang mengusung konsep stadion sepak bola ke dalam lingkungan kerja modern.






dirancang oleh tpg architecture, kantor seluas sekitar 11.706 m² ini memadukan elemen khas pertandingan, sejarah liga, dan fasilitas kolaborasi dalam satu ruang.




bertepatan dengan perayaan 30 tahun mls, desain kantor ini berangkat dari gagasan "office as a stadium" atau kantor sebagai stadion. konsep tersebut dikembangkan melalui diskusi bersama komisaris liga, mantan pemain, pelatih, dan karyawan untuk merangkum berbagai hal yang membentuk sepak bola, mulai dari sejarah pertandingan hingga hubungan antara klub dan para pendukungnya.


baca juga: stadion ikonis di tiongkok karya zaha hadid architects




pengalaman tersebut sudah terasa sejak pengunjung tiba di lobi lift gedung penn 2. area ini dirancang menyerupai terowongan yang biasa dilalui pemain sebelum memasuki lapangan. bentuknya melengkung seperti barel dan dilapisi jaring khusus yang mengingatkan pada jaring gawang.




lampu yang dapat berubah warna serta layar led di langit-langit membuat area ini bisa menampilkan identitas klub, mitra, maupun sponsor yang berkunjung.




setelah melewati terowongan, pengunjung disambut area resepsionis dengan deretan manekin yang mengenakan jersey klub-klub mls. di bagian tengah, trofi mls cup ditempatkan di atas pedestal, berlatar dinding bercahaya yang menampilkan para juara sebelumnya. tiga layar media berukuran besar turut menampilkan tema klub, negara, dan komunitas sebagai pilar utama liga.




identitas mls juga diterjemahkan melalui pemilihan material dan detail interior. tpg architecture memadukan permukaan metalik, aksen tepian berwarna emas, serta garis-garis cahaya tipis yang terinspirasi dari kilau pita pada trofi liga.




bentuk bersudut 45 derajat juga berulang di kedua lantai, merujuk pada sudut yang terdapat dalam lambang mls sekaligus dua babak pertandingan sepak bola.






baca juga: sentuhan kantor 1960-an ala fabio fantolino di bar turin


palet putih dan perak dengan aksen hitam menjadi dasar interior agar identitas setiap klub tetap menonjol. salah satu elemen yang paling mencuri perhatian adalah instalasi berisi 212 sepatu sepak bola yang dicat dengan warna biru khas mls dan disusun menyerupai sebuah banner. jumlah tersebut juga menjadi penghormatan terhadap kode area telepon new york city.




di antara dua lantai, sebuah tangga utama menghubungkan ruang kerja dengan area kafe di bawahnya. bagian tepi bukaan tangga dilengkapi pita layar led yang mengingatkan pada papan digital di sisi lapangan, sedangkan plafon cermin di atasnya menciptakan kesan ruang yang lebih luas. susunan ini menjadi salah satu elemen yang menghubungkan aktivitas di berbagai bagian kantor.




area bernama midfield, yang mengambil inspirasi dari bagian tengah lapangan, menjadi pusat aktivitas bersama. ruang ini dirancang untuk mendekatkan berbagai departemen yang sebelumnya bekerja secara terpisah. di dalamnya terdapat ruang rapat, area kolaborasi terbuka, ruang diskusi kelompok, serta fasilitas karyawan.




permukaan berwarna hijau dengan garis putih mengacu pada marka lapangan sepak bola, sementara meja dukungan teknologi informasi dirancang menyerupai bangku pemain di pinggir lapangan.




detail lain turut memperkuat tema sepak bola. lampu di area kerja terinspirasi dari bola pertandingan mls pertama pada 1996, sedangkan dinding di lantai bawah memamerkan koleksi bola dari pertandingan bersejarah liga.




ada pula ruang konferensi dengan suasana ruang ganti, lengkap dengan jersey yang digantung di dinding, serta bilik telepon yang mengusung identitas klub berbeda.




baca juga: kompleks olahraga baru mengitari stadion terbesar india


semangat para pendukung juga hadir melalui 30 instalasi yang terinspirasi dari tifo, yaitu spanduk berukuran besar yang biasanya diangkat oleh suporter di tribun sebelum pertandingan dimulai. setiap instalasi mewakili klub dan basis pendukung yang berbeda.




Selain membawa warna ke dalam ruang kerja, elemen ini menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya tentang pemain dan pertandingan, tetapi juga tentang komunitas yang mendukungnya.